15 April 2026

BNPT dan BNN Bekali Narapidana Terorisme dengan Keahlian Praktis Sebelum Kembali ke Masyarakat

0
image (4)

JAKARTA – Baraberita.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menempatkan program reintegrasi sosial sebagai prioritas utama dalam pembinaan narapidana terorisme atau napiter. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembekalan berbagai keahlian khusus agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat dengan kemampuan yang bermanfaat.

Kepala BNPT, Komjen Eddy Hartono, menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di kantor pusatnya. Menurutnya, pendekatan keterampilan praktis ini menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembinaan sebelum masa hukuman berakhir.

Eddy Hartono mencontohkan keberhasilan penerapan metode tersebut yang telah berjalan di Lapas Kelas II B Sentul. Lokasi tersebut menjadi salah satu pusat pelatihan yang dirancang khusus untuk mengubah pola pikir dan perilaku para warga binaan agar lebih positif.

Pernyataan itu disampaikan secara langsung oleh Eddy Hartono pada Selasa, 14 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak rombongan BNN melihat langsung jalannya proses pembinaan yang tengah berlangsung di dalam lembaga pemasyarakatan itu.

Dijelaskan oleh Eddy, mayoritas penghuni di lokasi tersebut merupakan para napiter yang sedang menjalani sisa masa hukuman berkisar antara satu hingga dua tahun ke depan. Masa ini dianggap sebagai waktu krusial untuk mempersiapkan mereka menuju kehidupan bebas.

Ia memandang kehadiran rombongan dari BNN bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bukti nyata adanya sinergi antar Kementerian atau Lembaga. Kolaborasi semacam ini dinilai sangat penting dalam menangani berbagai isu strategis terkait keamanan nasional.

“Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi BNPT atas kehadiran Bapak Kepala BNN beserta rombongan, sehingga menjadi suatu bukti bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi yang utama,” ujar Eddy. Dukungan lintas instansi diharapkan dapat memperluas dampak positif dari program yang telah disusun.

Sementara itu, Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pembinaan yang diterapkan pihak BNPT. Ia menilai metode yang digunakan telah melampaui fungsi penjara sebagai tempat menahan pelaku kejahatan semata.

Suyudi menekankan bahwa pelatihan yang diberikan mampu mengubah pola pikir warga binaan menjadi lebih konstruktif melalui peningkatan produktivitas. Bekal keterampilan atau soft skill tersebut diyakini akan menjadi modal utama agar mereka tidak kembali terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum.

Ke depannya, kedua institusi berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang telah terjalin. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman serta menjadikan Indonesia tangguh dari berbagai ancaman, baik terorisme maupun peredaran narkotika.

Laporan : Ali Borneo 

Loading

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *