UT Gorontalo Gelar Musik Daerah Gorontalo Polopalo & Bombolionu

Gorontalo, Baraberita.com – Minggu, 26/06/2022 – Setelah suskes melaksanakan FGD Penelusuran Arsip Sejarah musik Daerah Gorontalo Polopalo, Jum’at 5 November 2021 bertempat di Grand Q Hotel, Universitas Terbuka Gorontalo menindaklanjutinya apa yang menjadi rekomendasi FGD tersebut yakni melalui Program PkM dengan judul Strategi Meningkatkan Usaha Kreatif Industri Polopalo Masyarakat Desa Bua Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kegiatan itu yang diawali dengan Sosialisasi melalui Malam Pagelaran musik Tradisional Polopalo dan Bombolionu.

Menurut Ketua Panitia Malam Pagelaran tersebut Zuchri Abdussamad yang juga sebagai Tutor UT Gorontalo pada Prodi DIV Kearsipan, bahwa setelah kegiatan sosialisasi akan dilanjutkan dengan kegiatan Bimtek bagi 15 orang peserta warga Desa Bua. Bimtek akan dilaksanakan pada Tanggal 13 – 14 Juli 2022.

Dalam laporannya Ketua panitia menambahkan bahwa PkM ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun. Tahun pertama 2022 Upaya pelestarian alat musik Polopalo di Desa Bua, Tahun kedua 2023 Bisnis Plan, Tata Kelola Keuangan dan Produksi Industri Polopalo di Desa Bua Tahun ke tiga 2024 Desa Bua menjadi Desa Budaya, Wisata Budaya, Wisata Edukatif, dan Marketing
Dalam sambutannya Direktur UT Gorontalo, Andi Suci Anita, SP., MP menjelaskan bahwa LPPM UT Gorontalo selalu merespon usulan pengabdian kepada masyarakat yang diusulkan oleh Dosen UT sesuai SKIM yang ada dan telah di verifikasi oleh tim seleksi program PkM Kantor pusat LPPM UT Tahun 2022 sebagaimana yang telah dilakukan kepada tim Zuchri Abdussamad dan Rosnawaty Ishak sekarang ini yakni SKIM PkM Nasional Desa Wisata. PkM ini bertema “PkM Usaha Kreatif Industri Polopalo Menuju Desa Wisata Budaya”.

Malam Pagelaran musik tradisional dibuka langsung Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H, Nelson Pomalingo, MPd dan dihadiri pula Wakil Bupati Gorontalo Hendra S Hemeto, ST., M.Si. dan beberapa pimpinan SKPD, juga ketua FKP RRI Prof Dr H. Ramly Utina, M.Pd Bupati menjelaskan bahwa seiring berkembangnya zaman, popularitas alat musik Polopalo saat ini tidak lagi diminati masyarakat khususnya di Kabupaten Gorontalo bahkan hampir seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo. Hal ini disebabkan kurangnya upaya pelestarian yang dilakukan untuk tetap mempertahankan keberadaan alat musik Polopalo ini.

Alhamdulilah Universitas Terbuka Gorontalo telah mengambil bagian dengan mengangkat kembali alat musik tradisional Polopalo melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat. Berkenan dengan itu, saya selaku Bupati Gorontalo sangat mensuport apa yang dilakukan oleh Dosen Tutor UT Gorontalo dalam mengangkat budaya lokal khususnya musik polopalo di Kabupaten Gorontalo, apalagi akan menjadikan Desa Bua sebagai Desa Binaan UT Gorontalo dan desa Bua menjadi Desa Wisata Budaya serta Desa Industri Polopalo. Bupati Prof. Nelson Pomalingo menyarankan dalam pelaksaaan Bimtek nanti narasumber dapat memberikan materi dari sisi estetika, kualitas suara yang dihasilkan termasuk kehandalan dari para pemain berimprovisasi sehingga tercipta irama yang serasi.
Pada malam tersebut dimeriahkan dengan penampilan dari komunitas masyarakat Desa Bua menampilan tarian dana dana, dari Komunitas RRI masing masing Callysta fans club dengan musik Bombolionu, PAP fans club, hadir pula Rileks fans club.
Laporan : Nur F. Bolotio

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.