Terkuak Total Korban KM Barcelona V A yang Terbakar di Pulau Talise 571 Semula Informasi 280

Manado – SULUT – Baraberita.com -Kebakaran hebat melanda KM Barcelona V A di perairan Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada 20 Juli 2025. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud, ini membawa lebih dari 571 orang, jauh melebihi kapasitas resmi yang tercatat dalam manifest.
Insiden ini menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang dan awak kapal. Namun, tim SAR dan berbagai instansi terkait segera melakukan evakuasi besar-besaran untuk menyelamatkan penumpang.
Berdasarkan informasi awal, KM Barcelona V A tercatat membawa 295 orang, terdiri dari 280 penumpang dan 15 awak kapal. Namun, setelah dilakukan evakuasi, jumlah penumpang yang ditemukan jauh lebih banyak dari yang tercatat dalam manifest.
Kepala Bakamla Manado, Kolonel Bakamla Wisnu, menyatakan bahwa perbedaan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa banyak penumpang yang tidak terdaftar secara resmi dalam manifest kapal. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan keselamatan penumpang kapal.
Sebanyak 56 orang dievakuasi di Pelabuhan Munte, Likupang, dengan satu di antaranya dinyatakan meninggal. Proses evakuasi di pelabuhan ini berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara tim SAR dan petugas setempat.
Di Dermaga Bakamla Serei, 263 orang diselamatkan, termasuk dua korban jiwa yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tim medis dan paramedis bekerja keras untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Sementara itu, 198 orang lainnya dievakuasi ke Pelabuhan Manado menggunakan KM Barcelona III. Selain itu, empat orang lainnya diselamatkan menggunakan KM Express Bahari. Proses evakuasi ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi tim SAR dalam menghadapi situasi darurat.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, menyatakan bahwa operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan lembaga kemanusiaan. Kerja sama yang solid antara instansi-instansi ini memungkinkan proses evakuasi berjalan dengan lancar dan efektif.
Penyelamatan ini patut diapresiasi karena berhasil mengevakuasi ratusan penumpang meskipun dalam situasi darurat dan kompleks. Tim SAR dan instansi terkait menunjukkan profesionalisme dan dedikasi dalam menjalankan tugas mereka.
Dalam situasi seperti ini, kerja sama dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak sangat penting untuk menjamin keselamatan penumpang dan awak kapal. Semoga operasi penyelamatan ini dapat menjadi contoh bagi operasi penyelamatan lainnya di masa depan.
Operasi penyelamatan ini juga menunjukkan pentingnya meningkatkan keamanan dan keselamatan kapal, termasuk memastikan bahwa semua penumpang terdaftar secara resmi dalam manifest kapal.
Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, diharapkan kejadian seperti ini dapat diminimalisir di masa depan dan keselamatan penumpang kapal dapat terjamin.
Laporan : Virginia D. Malalantang
