NABI DAN IMAM DIPILIH DAN DIANGKAT ALLAH BUKAN OLEH UMARO RAJA, PENGUASA DAN ULAMA MANUSIA BIASA

Komunitas Tawasul dan Syafaat /KOTAS – Oleh : Habib Musthofa Cheppy Alhabsy

Habib Musthofa Cheppy Alhabsy

Jakarta, BARABERITA.COM  Minggu 19/08/2018 Nabi dan Imam yang hak itu dipilih dan diangkat langsung oleh Allah Sebagaimana Nabiyullah Muhammad dan Imam Mahdi.

Bukan dipilih Umaro atau diangkat raja raja dan ulama dibawah mereka seenak enaknya utk mendukung kekuasaan mereka

Kemudian juga Allah tetapkan dan batasi kedudukan Imamah itu dalam ayat muhkamat yg jelas dalam al Quran, yaitu hanya dari  Rosul  keturunan garis silsilah Nabi Ibrahim .

Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir  dari jalur Imam imam keturunan silsilah Nabi Ibrahim dan Ismail,sehingga  sampai kiamat kelak hanya Imam Imam pilihan Allah dari keturunan Nabi Muhammad saw  dan Imam imam keturunan dari Ahlul Baitnya  yang wajib diikuti  bukan dari keturunan selain mereka.Dan Ini jelas sejelas matahari sesuai firman Allah :

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu ia menunaikannya (dengan baik). Kemudian Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikanmu IMAM bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata, “Dan dari KETURUNANKU (juga)?” Allah berfirman, “Janji-Ku (ini) tidak mengenai keturunanmu  yang zalim.” (QS. Al-Baqarah [2]:124)

 

Imam Imam pilihan ketetapan

Allah  ini berfungsi bertugas berwewenang untuk memberi petunjuk secara pasti benar bukan bersifat relativ bisa benar dan bisa salah seperti Imam Imam yang dipilih dan diangkat manusia karena Imam Imam ini memiliki sifat Maksum disucikan dan dijaga Allah dari Rijs dosa dan dari syak semua keburukan amaliah  yang telah ditetapkan dan dihukumi syariat..

Ini sebagaimana firman Allah kepada Nabi, Imam Ali, Imam Hasan dan Husein dan mereka berasal dari umi mereka yg suci Sy Fatimah :”Sesungguhnya Allah berkehendak mensucikan kalian wahai  Ahlul Bait  sesuci sucinya (Qs 33:33)

Petunjuk Imam Imam dari keturunan Rasulullah saw tidak bisa sesat alias pasti benar dimana  ajaran dan perintah serta larangan mereka pasti  sesuai dan persis sama dengan ajaran yg dibawa Nabi Muhammad saw.Tanpa mereka maka tidak ada wakil Allah yg hidup dan contoh wakil Allah di bumi setelah Rasulullah wafat.Ajaran Islam menjadi kabur dan relativ sifat kebenarannya.

Merekalah wasiat pusaka yg Rasul tinggalkan sebagai penjelas al Quran dan sunah Nabi agar manusia tidak ada alasan lagi tidak tau dan bisa tersesat.Apalagi Sunah dan ilmu mencari sunah saat itu belum ada dan setelah adapun ilmu hadis tetap saja hadis hadis sebagian besar adalah maudhu dhoif dan ada pula yg Isroiliyat seperti contoh misalnya dari 600.000 hadis Buhori hanya 8000 an hadis yg ada dalam kitab sohih Buhori sementara yg lainnya tidak jelas duragukan kesohihannya.

Nabi tegaskan pusaka pegangan umat ini dan bersabda :”Aku tinggalkan kpd kalian dua pusaka agar kalian tidak tersesat selama lamanya.Al Quran dan keturunan suciku Ahlul Baitku

Allah sswt melalui lisan suci wahyu Nabi sendiri yang tegaskan dan tetapkan fungsi dan tugas para Imam Ahlul Bait sebagai tolak ukur kesesatan dan kebenaran bagi seluruh manusia di dunia ini apapaun bangsanya.Untuk inilah Allah pun dengan tegas dan jelas  Berfirman kepada seluruh manusia dalam al Quran :

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu Imam Imam yang bertugas  memberi petunjuk kepada manusia dengan perintah Kami Allah ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. Al-Sajdah [34]:24)

Tidak ada satupun sekutu yang boleh menetapkan seorang Imam setelah Allah melalui wahyu dan Nabi tetapkan dan pilih mereka sebagai Imam Imam yang legal dan inipun lagi lagi  sesuai firmanNya :”

Katakanlah, “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memberi petunjuk kepada kebenâran secara pasti?” Katakanlah, “Allah-lah yang dapat memberi petunjuk kepada kebenâran secara pasti . Maka Imam Imam yang dapat memberi petunjuk kepada kebenâran itu lebih berhak diikuti ataukah orang biasa  yang tidak dapat memperoleh petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat bodoh demikian)? Bagaimanakah cara kamu berfikir  mengambil keputusan?” (QS. Yunus [10]:35)

Dan kelak ketika Anda semua diakhirat anda semua akan  dibangkitkan dengan didampingi seorang  Imam bukan bersama sama  raja raja atau Khalifah dan ulama lainnya, krn hakikatnya semuanmanusia selain mereka para Imam dari garis keturunan Muhammad saw, tidak meniliki hak sama sekali untuk menjadi saksi dan pembela kita diakhirat nanti.Ini sesuai firman Allah yg jelas dan hanya orang durhaka saja yg masih mau berulah berdebat bertingkah takabur dan  berani menentang ayat ayat suci ketentuan ketetapan Allah sebagaimana ayat ayat suci dibawah ini :

“-Ingatlah pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan IMAM nya; dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.

-Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).(Qs Al Isyro 71-72).

Hanya orang buta mata hatinya dan gelap gulita pikirannya inilah yg Allah katakan tidak bisa menerima kenyataan yg jelas jelas berbeda antara ketetapan Allah dalam ayat ayat suci yg super jelas dan gamblang serta mudah difahami dan dicerna akal sehat ini dan masih juga berulah durhaka menentangnya.

Setiap Rosul utusan Allah tidak ada satupun setelah wafatnya yg tidak dilanjutkan ajaran ajarannya oleh  Imam Imam penerus yg bergelar Imam petunjuk jalan lurus.

Hanya Imam Imam dari keturunan Nabi Muhammad ini tidak heran kalau mereka selalu  diperangi dan dimusuhi penguasa Islam dan ulama antek yg disuap mereka, krn Imam Imam Ahlul Bait ini dicintai umat dan  memiliki legalitas dari langit yg tercantum abadi dalam al Quran kitab undang undang suci .Legalitas wilayah dan kekuasaan yang hak sebagai wakil Allah dan Nabi Muhammad saw  di Bumi.

Merekalah inllah  Imam Imam yang hak yang  memiliki legalitas menjelaskan kitab dan ajaran Rasulullah setelah beliau tiada dan Imam yang terakhir kelak yang legal adalah Imam Mahdi.Semoga Allah percepat kedatangannya.Amin.

Siapa yg ikut dan taati beliau IMAM  Al Mahdi pasti ada dalam kebenaran dan kelak di Surga tetapi siapapun ulama yg berpaling dari beliau adalah ulama kafir dan musyrik dan tempat kembalinya pasti di Neraka.

Sesungguhnya Bumi tidak akan pernah kosong dari seorang Imam pembimbing dan pemimpin umat dan agar tidak ada lagi alasan kita ketika di hisab dihadapan pengadilan Allah bahwa kita belum tahu kebenaran yg dibawa para RasulNya.

Imam Jafar Shodiq berkata :”Mustahil Allah yg tidak lupa menaruh Akal sebagai Imam penentu jika ada dua organ ditubuh  saling berbeda, bisa lupa menjadikan Imam untuk menentukan kebenaran kpd manusia saat pikiran mereka saling berbeda satu dengan lainnya”

Allah sudah tetapkan dan janganlah kalian ikut menentukan wilayah imamah untuk selain mereka.Memilih president saja kita tdak mampu dan bisa apalagi kita coba coba menentukan Imam penunjuk jalan benar Imam pemimpin petunjuk jalan lurus manusia dan sealam semesta.

Ingat Allah sudah tetapkan mereka jangan kalian menyelisihi firmanNya:Ini sesuai firmanNya :

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai Imam Imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebaikan, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu menyembah.” (QS. Al-Anbiya [21]:73)

Jangan pilih Imam dengan otak kita yang terbatas dan relativ krn untuk mengurus urusan kelyarga  kita sendiri saja belum tentu kalian bisa pasti  benar sempurna  dan  masih abu abu semua sifatnya

Katakanlah, “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memberi petunjuk kepada kebenâran?” Katakanlah, “Allah-lah yang dapat memberi petunjuk kepada kebenâran. Maka apakah orang yang dapat memberi petunjuk kepada kebenâran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memperoleh petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (QS. Yunus [10]:35)

Kita harus bersama mereka mencintai dan meneladani serta berjyang  bersama para Imam Imam Ahlul Bait dan ulama ulama yang patuh ikuti dan taati jalan suci mereka agar tidak tersesat dan kita tetap dijalan shirotol Mustaqim ,bukan jalan orang orangvyg memiliki sifat Zalim dan pernah tersesat dimasa jahiliyah menyembah berhala seperti fakta dialami sahabat besar Nabi Muhammad  manusia biasa yang wajar kalau mereka bisa sesat dan salah.

Al-Quran menegaskan, “Yaa Ayyuhalladzina amanu ittaqullah wa kunu ma’a al-shadiqin.” (Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kalian bersama orang-orang yang benâr, [QS. Al-Taubah [9]:119)

Imam Baqir as Imam ke lima bersabda menjelaskan firman Allah diatas,” “Iyyana ‘anna”, artinya yang dimaksudkan Tuhan pada ayat ini adalah kami.

Allah perintahkan kita berikrar dan berbaiat kepada para Nabi dan Imam Imam dari keluarga dan anak cucunya yg dipilih ditetapkan sebagai Imam penunjuk jalan oleh Allah dengan Nash  dan Allah tidak bedakan anak cucu Nabi Muhammad dengan Nabi lainnya dan ini sesuai firmanNya yang sangat jelas tertulis abadi dalam al Quran :”

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma´il, Ishaq, Ya´qub dan ANAK CUCUNYA, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada semua seluruh nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk dan patuh kepada Nya (Qs 1:135)

Jika seseorang Muslim hasud memusuhi membenci dan tidak patuhi serta tidak

mengikut Ajaran imam imam Ahlul Bait Allah tetapkan dan cap mereka adalah sebagai musuh Nabi Muhammad saw .Inipun ada tertulis dalam ayat yg jelas :”

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.(Qs al Baqarah 136-137

RENUNGKANLAH..!! Sebelum anda mati dan bertemu Allah dan Nabi yang sangat memikurkan keselamatan diri dan keluarga kalian Muslimin yg dicintainya,

Laporan : Rmommy Sumampow

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *