Efek Gempa Halmahera M 6,3 Terhadap Kota Bitung, Warga Sempat Panik Keluar Rumah
Bitung – SULUT – Baraberita.com – Gempa bumi berkekuatan M 6,3 yang mengguncang wilayah Halmahera Kamis, 3 Juli 2026 pukul 09.31.29 WIB, ikut dirasakan masyarakat Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di 1,93 LU-127,42 BT dengan kedalaman 104 km. Lokasi tersebut berjarak sekitar 200-an km dari Kota Bitung.
Warga rasakan getaran sedang,
Beberapa warga di wilayah Girian dan Madidir mengaku merasakan getaran selama 20 detik. “Kursi dan meja pada goyang, lampu gantung juga bergerak. Begitu merasakan gempa warga langsung lari keluar rumah,” kata Rina, warga Madidir Unet.
Skala getaran di Bitung diperkirakan III-IV MMI. Pada skala itu, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk berlalu. Belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa di Bitung hingga berita ini diturunkan.
Tidak Ada Peringatan Tsunami,
BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena kedalaman hiposenter yang cukup dalam, 104 km. Sampai pukul 10.30 WITA, BMKG juga belum merilis peringatan dini untuk wilayah pesisir kota Bitung dan sekitarnya.
Kepala BPBD Kota Bitung mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpancing hoaks. “Masyarakat diminta cek informasi hanya dari sumber resmi BMKG dan BPBD. Tetap waspada gempa susulan,” ujarnya.
Aktivitas kembali normal, sejumlah kantor, sekolah, dan pusat perbelanjaan di Bitung sempat menghentikan aktivitas sejenak. Namun, sekitar 15 menit setelah gempa, kegiatan warga sudah kembali normal.
Selain gempa utama M 6,3, BMKG juga mencatat gempa susulan di Halmahera dengan magnitudo M 3,7 dan M 3,5 pada pukul 07.24 WITA.
Pihak BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di Laut Maluku. Warga diimbau menyiapkan tas siaga bencana dan mengetahui jalur evakuasi terdekat.
Gempa tersebut dirasakan warga kota Bitung dan sekitarnya selama 20 detik, dengan kekuatan gempa sekitar M 3.1.
Laporan : Affandy Tagay
