Balikpapan – Kaltim, Baraberita.com – Rabu, 12/10/2022 – Gedung parkir Klandasan eks Bioskop Gelora dan Gedung Nasional, yang berdasarkan kajian awal diharapkan mampu menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Balikpapan, ternyata hingga saat ini tidak mampu menghasilkan PAD sesuai kajian awalnya.
Kondisi ini mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, yang juga menyayangkan pengelolaan Gedung Parkir Klandasan tidak maksimal, karena dalam pertahunnya tidak menghasilkan PAD maksimal. Padahal, anggaran daerah yang digunakan untuk pembangunan gedung delapan lantai tersebut mencapai Rp. 98.000.000.000,.(sembilan puluh delapan milliar).
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman menyayangkan pembangunan gedung Parkir Klandasan tak mampu secara maksimal menyumbang PAD kota Balikpapan. Kelangsungan pengelolaan Gedung parkir ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah kota Balikpapan, dengan terus berinovasi untuk memaksimalkan PAD dari gedung parkir tersebut.
“Kembalikan fungsi sesuai kajian awal, sebagai gedung parkir area Klandasan. Pengelola harus mampu berinovasi, termasuk bagaimana cara pemerintah kota Balikpapan merubah mindset warga kota Balikpapan, agar mau parkir di gedung tersebut.” kata Taufik Qul Rahman kepada awak media. Rabu (12/10/2022).
“Pendapatan setiap tahunnya tidak maksimal. Sewaktu membuat kajian dulu, pembangunan gedung parkir ini akan mampu meraup PAD sangat besar, sehingga juga menelan biaya besar” ujar Taupik atau Sang Putra Kilat.
Taufik Qul Rahman mencontohkan dibeberapa daerah lain, yang terbukti sukses dalam memaksimalkan PAD dari gedung parkir. Diantaranya dengan tidak memberikan ruang tempat parkir, selain yang sudah disediakan hanya di gedung parkir.
“Kita bisa contoh pengelolaan gedung parkir di kota Yogyakarta, atau di Bandung. Pengelolaan tempat parkirnya berfungsi maksimal.” ujar politisi muda PKB ini .
Sementara, masyarakat bisa melihat bahwa keberadaan gedung parkir saat ini seolah mangkrak, dan tidak bisa menyerap PAD. Pengelolaan tidak berjalan dengan baik, sehingga masyarakat enggan menggunakan fasilitas parkir tersebut.
“Saya rasa perlu ada kajian kembali, bagaimana memaksimalkan pengelolaan gedung parkir ini. Bisa inovasi dengan memanfaatkan sebagian gedung parkir tersebut, untuk tempat kuliner dan lain sebagainya, tanpa harus menghilangkan fungsi gedung parkir itu sendiri.” ujar Taupik si Putra Kilat lebih serius.
“Kita bisa buat tempat kuliner di lantai 3 dan 4 misalnya, agar menarik minat masyarakat untuk parkir, sehingga perputaran PAD tetap berjalan. mudah-mudahan bisa memaksimalkan PAD tersebut.” pungkasnya.