22 Juni 2026

Dari Suara Aspirasi Rakyat Hingga Layar Lebar: Kisah Keberanian & Karya Gusnar Rupu Dibahas Petinggi IAIN Gorontalo

0
IMG-20260622-WA0009

GORONTALO – Baraberita.com – Wakil Rektor III, Dr. Sahmin Madina, S.Sos., M.Si. IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar silaturahmi dan koordinasi khusus dengan Gusnar Rupu, mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam. Pertemuan ini menjadi momen untuk mengenal lebih dekat sosok di balik tindakan yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Keberanian Gusnar menyita perhatian banyak pihak setelah ia berani menyampaikan keluhan warga di hadapan pejabat tinggi negara. Ia tidak ingin forum yang sudah terbangun hanya berjalan biasa saja, melainkan menjadi ruang yang benar-benar memberikan solusi bagi masyarakat.

Peristiwa itu terjadi saat Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., baru saja menutup pidatonya. Dari posisinya di barisan belakang, Gusnar mengangkat pengeras suara dan berbicara dengan nada tegas namun tetap santun kepada menteri yang hadir.

“Izin, Pak Menteri. Saya mahasiswa dari ujung barat Gorontalo ingin menyampaikan, di tengah kemeriahan Penas di pusat kota, masih ada kesulitan yang dirasakan warga. Rakyat di Desa Molosipat, Popayato Barat, mengalami masalah dalam mendapatkan aliran air untuk mengairi sawah mereka,” ucapnya saat itu.

Dalam pembicaraan yang berlangsung serius, Wakil Rektor III mengakui bahwa awalnya hanya mengetahui Gusnar sedang mengurus proses penerbitan buku. Tidak ada dugaan sebelumnya bahwa ia memiliki keberanian dan kepedulian yang setinggi itu.

Setelah mendalami latar belakangnya, diketahui bahwa Gusnar selama ini juga aktif menyuarakan kepentingan rakyat di tengah masyarakat. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak ragu berbicara lantang demi keadilan dan kesejahteraan orang banyak.

Karena melihat semangat dan bakat yang dimilikinya, pembahasan dalam pertemuan itu meluas ke arah karya tulisnya. Buku berjudul Cinta yang Tak Akan Pernah Pudar oleh Waktu menjadi sorotan dan mendapatkan perhatian khusus dari pihak kampus.

Pimpinan kampus berkomitmen untuk membantu mengkomunikasikan naskah tersebut langsung kepada produsen film di ibu kota. Harapannya, karya tulis yang telah disusunnya dapat diadaptasi menjadi sebuah karya sinematografi yang bermutu.

Jika kesepakatan tercapai dan mendapatkan izin dari pihak produsen, Gusnar akan segera diberangkatkan ke Jakarta. Di sana, ia tidak hanya menyerahkan naskah, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat sebagai aktor dalam film tersebut.

Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan kampus terhadap mahasiswa yang memiliki keberanian bersuara sekaligus berkarya. Karya tersebut nantinya akan disiarkan secara luas, sehingga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Laporan : Femmy Gubali

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!