10 Juni 2026

BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar, Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika

0
image

JAKARTA – Baraberita.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia meluncurkan Gerakan Nasional Ananda Bersinar. Program yang merupakan singkatan dari Aksi Nasional Anti-Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika ini dinilai sebagai langkah strategis menghadapi bahaya narkotika yang kini telah berkembang menjadi tantangan multidimensi.

Kepala BNN RI, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa ancaman narkotika saat ini tidak lagi terbatas pada satu aspek saja. Persoalan ini telah meluas dan menjadi bagian dari tantangan keamanan nasional yang membutuhkan penanganan menyeluruh dari seluruh elemen bangsa.

“Narkotika bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah keamanan dan ketahanan bangsa, yang dalam konteks tertentu dapat menjadi instrumen perang asimetris,” ujarnya dalam keterangan pers tertanggal Rabu, 10 Juni 2026.

Ia mengingatkan, Indonesia saat ini tengah berada dalam masa bonus demografi yang sangat berharga. Potensi besar ini dapat berubah menjadi bencana jika generasi muda gagal dilindungi dan terjerat dalam lingkaran penyalahgunaan zat adiktif tersebut.

Data hasil survei nasional yang dilakukan secara kolaboratif antara BNN, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Badan Pusat Statistik pada periode 2023 hingga 2025 menunjukkan fakta yang memprihatinkan. Prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia tercatat mencapai 2,11 persen dari total populasi.

Angka tersebut setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa yang terindikasi pernah atau sedang menggunakan narkotika. Dari jumlah itu, kelompok usia 15 hingga 24 tahun tercatat sebagai kelompok yang paling rentan dan paling banyak menjadi sasaran.

Kondisi ini mempertegas bahwa generasi muda masih menjadi target utama jaringan sindikat peredaran gelap narkotika. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang lebih dini dan menyentuh akar permasalahan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.

Menyikapi hal tersebut, BNN resmi memperkenalkan program Ananda Bersinar dalam kegiatan pembekalan strategis. Kegiatan tersebut disampaikan kepada peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi terkait Strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, yang berlangsung di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, pada Selasa, 26 Mei 2026.

Program ini dirancang dengan pendekatan yang bersifat preventif, edukatif, humanis, dan mengedepankan kerja sama. Penanganannya tidak hanya berfokus pada aspek hukum, melainkan melalui penguatan peran keluarga, lingkungan sekolah, kampus, desa, hingga seluruh lapisan komunitas masyarakat.

“Ketahanan nasional tidak hanya dibangun dari jumlah operasi dan banyaknya pelaku yang dipenjara, tetapi juga dari kuatnya keluarga, sehatnya sekolah, amannya kampus, tangguhnya desa, serta hadirnya negara dalam membentuk karakter generasi muda,” terang Suyudi.

Menurutnya, upaya penindakan semata tidak akan mampu memutus rantai peredaran secara tuntas. Diperlukan fondasi yang kuat agar generasi muda memiliki benteng mental dan pengetahuan yang cukup untuk menolak segala bentuk ajakan menggunakan narkotika.

Melalui kegiatan tersebut, Kepala BNN juga mengajak seluruh peserta didik Sespimti yang merupakan calon pemimpin tinggi untuk memperkuat integritas dan kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks dan dinamis.

Laporan : Arimin Imin 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!