5 Juni 2026

BGN di Nakhodai Nanik Sudaryati Deyang: Seorang Wartawati Senior Ini Profilnya

0
250px-Nanik_S._Deyang,_Wakil_Ketua_Badan_Gizi_Nasional_(2025)
JAKARTA – Baraberita.comNanik Sudaryati Deyang bukanlah nama baru dalam panggung publik dan media di Indonesia. Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968 ini memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan berwarna. Sebelum menempati kursi pimpinan lembaga negara, perjalanan hidupnya banyak dihabiskan di industri media massa nasional.
Dunia jurnalistik menjadi pintu masuk awal kiprahnya ke ranah publik. Lulusan Universitas Jenderal Soedirman (Biologi) dan Universitas Gadjah Mada (Kehutanan) ini pertama kali merintis karier sebagai wartawati di Tabloid Bangkit, yang kala itu berada di bawah naungan kelompok Kompas Gramedia.
Di dapur redaksi media tersebut, namanya mulai dikenal. Kemampuan jurnalistiknya terus terasah hingga ia dipercaya memegang posisi penting di perusahaan media lainnya.
Nanik tercatat pernah memimpin media dari Kelompok Media Peluang (KMP) dan menduduki kursi Pemimpin Umum majalah Femme. Selama berkarya di media, ia dikenal sebagai sosok yang sangat kritis terhadap isu-isu sosial, politik, dan ekonomi.
Selain di media cetak lokal dan nasional, nama Nanik juga melambung ketika memegang peran sebagai CEO di Kresna Media dan Majalah Prospektif. Kapasitas manajerialnya kian teruji saat ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur di MNC Group pada periode antara 2005 hingga 2009.
Jiwa kepemimpinan dan komunikasi publik yang kuat kemudian membawanya bersentuhan langsung dengan dinamika perpolitikan nasional. Kiprah politik Nanik mulai mencuat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kala itu, ia diberi tanggung jawab besar sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Kesetiaan dan kedekatannya dengan Prabowo Subianto terus terjaga hingga perhelatan Pilpres 2024 dan seterusnya. Mengawali masa pemerintahan Kabinet Merah Putih, ia ditunjuk oleh Presiden untuk menduduki posisi strategis di lembaga pengentasan kemiskinan negara.
Pada Oktober 2024, Nanik dilantik menjadi Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan. Tugas tersebut memungkinkannya bersentuhan langsung dengan program-program pemetaan masyarakat kelas bawah. Ia banyak merancang dan mengawal strategi pengentasan masyarakat dari garis kemiskinan agar kualitas hidup mereka perlahan meningkat.
Dedikasinya yang tinggi di pemerintahan membuat namanya kembali dipercaya untuk mengemban tugas yang lebih spesifik. Pada 17 September 2025, pemerintah secara resmi mengangkat Nanik menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang sekaligus memberhentikannya dari posisi lamanya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Kinerja cemerlang yang ditunjukkannya tidak hanya terbatas pada sektor sosial. Pada pertengahan tahun 2025, tepatnya di bulan Juni, ia juga diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Penunjukan ini memperlihatkan kapasitasnya yang tidak hanya mumpuni di dunia komunikasi dan jurnalisme, tetapi juga di sektor energi nasional.
Puncak pengabdiannya di ranah birokrasi negara terjadi pada awal Juni 2026. Buntut dari monitoring dan evaluasi tata kelola lembaga negara, Presiden Prabowo Subianto memutuskan merombak pimpinan BGN. Nanik S. Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.
Sebagai pucuk pimpinan yang baru, Nanik bertanggung jawab penuh untuk mengawal program super prioritas pemerintah, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia dituntut untuk turun langsung, melakukan inspeksi mendadak, serta memastikan makanan bergizi sampai tepat sasaran kepada anak-anak sekolah.
Selama mengabdi di Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang kerap menyoroti pentingnya tata kelola dan pengawasan di lapangan. Latar belakangnya sebagai wartawati yang investigatif sangat membantunya dalam mengungkap berbagai kendala teknis dalam rantai distribusi program makanan bergizi berskala nasional ini.
Di luar hiruk-pikuk politik dan jabatannya, sosok ini juga diakui oleh negara atas sumbangsihnya. Pada bulan Agustus 2025, Nanik dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama oleh Presiden RI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/TK/Tahun 2025.
Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan jasanya dalam menjalankan tugas pemerintahan. Kini, dengan kombinasi pengalamannya sebagai jurnalis senior yang kritis, komunikator publik, serta pejabat teknis, Nanik memikul harapan besar masyarakat. Ia diharapkan mampu membawa Badan Gizi Nasional menjadi lembaga yang bersih, profesional, dan efektif dalam menuntaskan permasalahan gizi anak-anak di seluruh penjuru Tanah Air.
Laporan : Arimin Imin
follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!