31 Agustus 2026

Mencari Ikan di Perairan Pasangkayu, Seorang Warga Tewas Diterkam Buaya

0
whatsapp_image_2026-08-30_at_08.37.48_472883

Pasangkayu – SULBAR – Baraberita.com – Pantai Anjungan Masjid Terapung Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, menjadi saksi peristiwa yang sangat memilukan pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Seorang warga setempat bernama Taufik Hidayat harus kehilangan nyawanya diduga akibat serangan buaya saat sedang melakukan aktivitas mencari ikan di perairan sekitar lokasi.

Peristiwa tragis tersebut berlangsung sekitar pukul 23.00 WITA, ketika kondisi air laut dalam keadaan surut. Saat itu, korban diketahui sedang menyelam untuk mencari ikan dengan bantuan alat panah ikan di perairan yang dinilai cukup tenang oleh warga sekitar.

Beberapa warga yang berada di sekitar Masjid Terapung menjadi saksi atas peristiwa tersebut. Mereka melihat korban tiba-tiba ditarik ke dalam air dan diduga diterkam oleh seekor buaya yang tak diketahui sejak kapan berada di lokasi.

Seorang remaja yang kebetulan menyaksikan kejadian tersebut seketika berteriak meminta pertolongan. Seruan minta tolong itu terdengar oleh warga lain maupun pengguna jalan yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Menyusul laporan tersebut, personel Polsek Pasangkayu bersama tim Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Pasangkayu segera bergerak menuju lokasi. Langkah awal yang dilakukan adalah memastikan keadaan di tempat kejadian serta menghimpun keterangan dari para saksi mata.

Upaya pencarian korban pun segera digelar secara menyeluruh. Tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Pasangkayu, unsur TNI, kepolisian, serta warga bergotong-royong menyisir perairan di sekitar tempat kejadian.

Setelah dilakukan pencarian yang berlangsung selama beberapa jam, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan pada Minggu, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 01.25 WITA. Penemuan berlangsung di perairan yang berada tepat di depan Kantor Camat Pasangkayu.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tubuh korban ditemukan masih dalam keadaan utuh. Selanjutnya, jenazah korban segera dievakuasi untuk dibawa ke rumah duka guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh keluarga.

Pihak kepolisian turut melakukan peninjauan menyeluruh di tempat kejadian perkara. Selain itu, penyidik juga mencatat keterangan dari sejumlah saksi serta mempertegas koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polairud Polres Pasangkayu, Inspektur Polisi Satu M. Fajaruddin Nur, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah penanganan sejak informasi diterima. Hal ini mencakup pencarian korban serta kerja sama yang erat dengan Basarnas, TNI, dan warga masyarakat.

Pihak kepolisian pun menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan. Terutama pada malam hari maupun di lokasi yang diketahui berpotensi menjadi habitat satwa liar seperti buaya.

Laporan : Nunung Cahyani 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!