Presiden Sampaikan Belasungkawa dan Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkotika Pasca Gugurnya Tiga Anggota Polri di Katingan
JAKARTA – Baraberita.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga anggota Polri yang sedang menjalankan tugas mengungkap kasus narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
“Saya juga menyampaikan belasungkawa kepada kepolisian yang anggotanya gugur saat melaksanakan operasi pemberantasan di sebuah desa di Kalimantan Tengah,” ujar Presiden Prabowo pada Kamis (09/07/2026).
Ia menjelaskan bahwa ketiga petugas tersebut gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika yang diduga melibatkan pihak-pihak yang melindungi maupun menjadi bagian dari jaringan peredaran gelap zat terlarang itu.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus melaksanakan langkah tegas memberantas korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika, serta perjudian daring atau judol.
“Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan, harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol. Sebenarnya sudah tercatat banyak kemajuan; saya menerima laporan bahwa kasus judol dalam satu tahun terakhir mengalami penurunan yang signifikan,” tegasnya.
Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk pelanggaran yang merugikan kepentingan masyarakat dan keuangan negara.
Sebelumnya dilaporkan, tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat melaksanakan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Ketiga petugas yang gugur itu adalah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.
Peristiwa bermula pada Rabu (01/07) setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu-sabu di desa tersebut. Hasil penyelidikan awal mengarah kepada terduga pelaku berinisial Bio, yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
Tim Satresnarkoba kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pada dini hari Kamis untuk melakukan proses penangkapan. Namun saat tindakan berlangsung, petugas mendapat perlawanan keras yang menggunakan senjata tajam.
Meskipun telah melepaskan tembakan peringatan, serangan dari pihak terduga pelaku tidak berhenti. Akhirnya petugas terpaksa melakukan tindakan terukur demi melindungi keselamatan diri dan rekan setimnya.
Situasi menjadi semakin berbahaya ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga turut menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta benda-benda lain yang berpotensi membahayakan. Tim pun berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan tambahan dari personel Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.
Laporan : Muhamad Yusni
