Koperasi Merah Putih Kelurahan Moodu: Berdiri Teguh di Atas Kekuatan Swadaya Anggota
Kota Gorontalo – Baraberita.com – Semangat dan keinginan kuat untuk maju ternyata menjadi modal utama yang jauh lebih berharga daripada sekadar dana besar. Hal inilah yang dibuktikan secara nyata oleh keberadaan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Di bawah kepemimpinan ketuanya, Ishak Palia, koperasi ini berhasil menggeliat dan menjalankan roda usahanya meskipun hingga saat ini belum menerima suntikan dana bantuan dari pihak Pemerintah. Ishak Palia dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (31/05/2026), menyampaikan cerita perjuangan membangun koperasi yang baru saja dibentuk tersebut.
Menurutnya, banyak pihak yang bertanya-tanya bagaimana cara koperasi ini bisa beroperasi dan melayani kebutuhan anggotanya jika belum ada dana operasional yang tersedia. Namun, bagi Ishak dan seluruh pengurus, hal tersebut bukanlah penghalang, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras dan kebersamaan.
“Banyak yang bertanya, apakah koperasi ini sudah ada dananya? Saya jawab dengan jujur, sampai saat ini kami belum memiliki dana bantuan maupun modal awal dari luar. Namun, jangan dikira kami diam dan belum bekerja. Justru sebaliknya, Koperasi Merah Putih Kelurahan Moodu sudah berjalan dan aktif melayani masyarakat, semuanya berkat kekuatan uang yang dikumpulkan dari anggota sendiri,”tegas Ishak Palia dengan penuh keyakinan.
Ia menjelaskan, seluruh modal yang saat ini digunakan untuk kegiatan usaha koperasi bersumber sepenuhnya dari simpanan pokok dan simpanan wajib yang disetorkan oleh para anggotanya. Kesadaran dan kepercayaan masyarakat Kelurahan Moodu terhadap manfaat koperasi menjadi kunci utama sehingga warga rela menyisihkan sebagian uangnya untuk dihimpun dan dikelola bersama demi keuntungan bersama pula.
“Kami mengandalkan kekuatan sendiri. Uang yang berputar saat ini adalah uang anggota. Uang itulah yang kami putar untuk usaha, untuk belanja kebutuhan, dan melayani kebutuhan warga. Jadi, koperasi ini benar-benar milik anggota, dibiayai oleh anggota, dan hasilnya pun nantinya akan dinikmati kembali oleh seluruh anggota,” tambah Ishak.
Langkah ini dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Ishak Palia, membangun koperasi dengan dasar swadaya seperti ini jauh lebih kokoh dan mandiri. Anggota akan lebih memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi karena sadar bahwa apa yang dijalankan adalah hasil keringat mereka sendiri. Kemandirian inilah yang menjadi pondasi agar koperasi tidak hanya hidup saat ada bantuan, namun tetap kuat berdiri dalam keadaan apa pun.
Hingga saat ini, antusiasme warga Kelurahan Moodu terus meningkat. Semakin banyak warga yang bergabung, sehingga perputaran uang di koperasi pun kian bertambah lancar. Ishak berharap, dengan fondasi kekuatan uang anggota yang terus ditingkatkan ini, Koperasi Merah Putih Kelurahan Moodu dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang kuat, bermanfaat luas, dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
“Kami yakin, dengan semangat gotong royong dan kepercayaan antar sesama anggota, walaupun saat ini belum ada dana dari luar, perlahan tapi pasti koperasi ini akan menjadi besar dan mampu menyejahterakan warga Kelurahan Moodu,” pungkas Ishak Palia.
Sementara itu, Lurah Moodu, Ocen Hudodo, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap langkah cepat dan kemandirian yang ditunjukkan oleh pengurus dan anggota koperasi. Menurutnya,
“inilah bentuk koperasi yang sesungguhnya, tumbuh dari bawah dan digerakkan oleh kesadaran bersama,”ujar Ocen Hudodo.
Lurah Ocen juga berjanji akan terus mendukung dan memfasilitasi kemajuan koperasi ini dalam hal administrasi dan pembinaan. Ia berharap ke depan, Koperasi Merah Putih Kelurahan Moodu tidak hanya kuat secara modal swadaya, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi penggerak utama roda perekonomian keluarga di wilayahnya, mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Laporan : Dirson Lasanudin
