31 Mei 2026

Polri Hadir di Sikka, Berikan Ruang Kelas Darurat dan Bantuan Pendidikan untuk Sekolah Pascabencana

0
image (2)

Sikka – NTT – Baraberita.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kemanusiaan dengan hadir di tengah masyarakat pascabencana. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Baskoro Tri Prabowo, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu di Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (16/02/2026).

Kegiatan berlangsung dari pukul 07.53 WITA hingga 08.46 WITA. Setelah tiba di lokasi, Wakapolda NTT disambut dengan upacara adat khas daerah. Ia didampingi oleh Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, SIK., Wakapolres Sikka Kompol Nofi Posu, S.H., SIK., M.H., serta perwakilan pemerintah kecamatan dan desa.

Plt Kepala SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Maria Astinoli, S.Pd, menjelaskan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Kerusakan terjadi akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada tanggal 22 hingga 25 Januari 2026. Beberapa bangunan sekolah bahkan roboh dan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sebagai bentuk tanggapan cepat terhadap kondisi tersebut, Polri telah mendirikan dua unit tenda yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat. Hal ini bertujuan agar proses belajar mengajar bagi 52 siswa di sekolah tersebut tetap dapat berjalan lancar meskipun dalam situasi darurat.

Wakapolda NTT menegaskan bahwa kehadiran Polri di lapangan merupakan bentuk wujud harapan masyarakat dan arahan dari pimpinan Polri. Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk lebih aktif turun langsung ke tengah masyarakat dan memberikan bantuan yang diperlukan.

“Polri turut merasakan duka atas musibah yang dialami para guru dan siswa. Oleh karena itu, Polri hadir untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat,” ujar Wakapolda dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis yang harus dilakukan Polri dalam mendukung berbagai program sosial yang telah digariskan pemerintah. Keberadaan institusi kepolisian diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Saya bersama Kapolres dan pemerintah daerah diminta untuk lebih banyak turun melihat kondisi objektif di lapangan. Lakukan pendataan keluarga miskin ekstrem secara langsung, bantu verifikasi data, dan dampingi masyarakat agar bisa mengakses seluruh program bantuan pemerintah,” tegasnya.

Menurut Wakapolda, anggota Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Peran mereka sangat penting untuk menjembatani antara pemerintah dan warga negara.

“Polri harus menjadi jembatan kehadiran negara. Jangan sampai ada warga yang berhak menerima bantuan tetapi tidak mengetahui caranya atau kesulitan mengaksesnya,” tambahnya dalam kesempatan tersebut.

Selain mendirikan ruang kelas darurat, Wakapolda NTT juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu. Bantuan tersebut meliputi berbagai kebutuhan dasar untuk mendukung aktivitas belajar mengajar.

Rincian bantuan yang diberikan antara lain 100 buah tas sekolah yang berisi buku dan alat tulis, 2 unit tenda Polri sebagai ruang kelas darurat, serta 4 lembar papan tulis lengkap dengan spidol dan penghapus. Selain itu, 100 unit meja dan kursi juga akan segera disalurkan ke sekolah tersebut.

Kegiatan kunjungan kerja dan penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Antara lain Camat Tana Wawo, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Penjabat Kepala Desa Bu Utara, tokoh masyarakat, para guru, siswa sekolah, serta perwakilan masyarakat setempat.

Keberadaan berbagai unsur masyarakat dalam acara tersebut menunjukkan dukungan bersama untuk memulihkan kondisi pendidikan di wilayah pascabencana. Semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama guna memastikan bahwa anak-anak tetap dapat memperoleh hak mereka atas pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir, peduli, dan bergerak cepat dalam membantu masyarakat. Khususnya dalam memastikan bahwa hak dasar anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meskipun berada dalam kondisi keterbatasan dan situasi pascabencana.

Laporan : Melkyanus Rearaja 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!