Silaturahmi RT dan Lembaga Masyarakat Balikpapan: Tampilkan Perkembangan Ekonomi dan Sosial di Acara Akhir Tahun

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com -Kota Balikpapan menyelenggarakan Kegiatan Expose Akhir Tahun 2025 dan Silaturahmi Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se kota. Acara yang diadakan pada hari Senin, 22 Desember 2025 pukul 20.30 Wita bertempat di Gedung BSCC Dome Balikpapan, Jl. Ruhui Rahayu, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Acara yang diikuti oleh sekitar 2.600 orang hadir diisi oleh pejabat tinggi provinsi dan kota, serta tokoh masyarakat. Antara lain yang menghadiri adalah Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ir. H. Hasanuddin Mas’ud, Dir Binmas Polda Kaltim Kombes Pol Eri Dwi Hariyanto, Walikota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, dan Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto.
Susunan acara dimulai dengan pembukaan, nyanyian lagu Indonesia Raya dan Hymne Balikpapan, serta pembacaan doa oleh Kepala Kemenag Kota Balikpapan. Selanjutnya dilanjutkan dengan serangkaian sambutan dari para tamu kehormatan, paparan walikota, penyerahan bantuan bencana, launching logo Hut Kota Balikpapan ke-129, doorprize, dan penutup.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Provinsi Kaltim H. Hasanuddin Mas’ud menyampaikan puji syukur karena semua peserta dapat berkumpul dalam keadaan sehat. Ia menyatakan bahwa masa transisi memasuki tahun 2026 penuh dinamika, namun tantangan dapat diubah menjadi peluang melalui kebersamaan dan sinergi.
Hasanuddin juga menekankan posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pintu gerbang Provinsi Kaltim. Oleh karena itu, pembangunan kota harus dilaksanakan secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Provinsi Kaltim berjanji menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran bersama pemerintah provinsi dan kota. Tujuan utamanya adalah memastikan kebijakan dan anggaran berpihak pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Ia juga mengapresiasi peran aktif Ketua RT dan lembaga kemasyarakatan sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah. Menurutnya, tanpa peran mereka, program-program pemerintah tidak akan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Selanjutnya, Walikota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud memaparkan kondisi umum kota yang memiliki luas wilayah 511,01 Km², terbagi menjadi 6 kecamatan dan 34 kelurahan. Dengan 85% wilayah berbukit dan 15% datar, Balikpapan berperan sebagai pusat pengolahan minyak dan gas terbesar di Indonesia Timur serta pusat kegiatan MICE.
Berdasarkan data semester I tahun 2025, jumlah penduduk Balikpapan mencapai 762.595 jiwa dengan pertumbuhan 0,68%. Sebaran penduduk terbesar berada di Kecamatan Balikpapan Utara (26%), diikuti Balikpapan Barat (22%) dan Balikpapan Timur (14%).
Walikota juga membocorkan prestasi dalam bidang kesejahteraan, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 83,23, meningkat 0,61 poin dari tahun sebelumnya. Angka ini berada di atas rata-rata provinsi dan nasional, dengan usia harapan hidup mencapai 75,87 tahun.
Dalam bidang perekonomian, pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada triwulan III-2025 mencapai 9,32%, dengan sektor sekunder sebagai kontributor terbesar (11,96%). Kota ini juga menyumbang 17,91% terhadap Pembentukan Nilai Tambah Regional (PDRB) Provinsi Kaltim, menjadikannya kontributor tertinggi ke-3.
Upaya pemerintah kota dalam mengendali inflasi juga diungkapkan, antara lain melalui pemantauan harga bahan pokok, operasi pasar murah, dan kerja sama dengan daerah penghasil pangan. Inflasi tahun 2024 sebesar 1,57% dan bergerak stabil pada tahun 2025.
Rahmad Mas’ud juga memaparkan program prioritas 2025, antara lain transformasi birokrasi, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, penanggulangan stunting, pengendalian banjir, penyediaan air bersih, serta pengembangan Balikpapan sebagai kota MICE dan wisata.
Tahun 2025 menjadi tahun penuh prestasi bagi Balikpapan, yang meraih 14 penghargaan tingkat provinsi, 9 penghargaan nasional, dan 3 penghargaan regional. Antara lain adalah predikat Kota Layak Anak Utama, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD 2024, dan Kota Berkinerja Terbaik Regional Kalimantan dalam penerapan SPM.
Dalam penutup paparannya, walikota mengungkapkan peluang dan tantangan tahun 2026. Peluangnya adalah sebagai pusat ekonomi dan event nasional, sedangkan tantangannya antara lain perubahan iklim, keterbatasan fiskal, dan perluasan lapangan pekerjaan. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mewujudkan Balikpapan yang lebih baik.
Laporan : OBID SETIAWAN
