Update Bencana Sumatera Hingga 14 Desember 2025: Total Korban Meninggal Tembus 1.016 Jiwa, 212 Hilang
JAKARTA – Baraberita.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru korban bencana alam banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), hingga minggu (14 Desember 2025) sore. Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.016 jiwa, sedangkan korban hilang menurun menjadi 212 orang.
Data tersebut diumumkan kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam jumpa pers minggu sore. Menurutnya, penambahan korban meninggal terjadi setelah tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) menemukan 10 jasad baru, yaitu sembilan di Aceh dan satu di Kabupaten Agam, Sumbar.
Sebelumnya, hingga pagi hari yang sama, total korban meninggal tercatat 1.006 jiwa dengan 217 orang hilang. Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, jumlah korban hilang juga berkurang 58 orang seiring ditemukannya sebagian korban dan verifikasi ulang data di lapangan.
Di provinsi Aceh, jumlah korban meninggal terbaru mencapai 415 orang, dengan sebagian data masih dalam proses verifikasi. Operasi SAR masih berlangsung di enam kabupaten, antara lain Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bireuen, dan daerah-daerah lain yang masih memiliki laporan korban hilang.
Sementara di Sumatera Utara, pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (Pusdalops PB) Sumut melaporkan korban meninggal sebanyak 348 orang. Korban terbanyak terpusat di Kabupaten Tapanuli Tengah (116 jiwa), Tapanuli Selatan (86 jiwa), dan Kota Sibolga (54 jiwa).
Di Sumatera Barat, total korban meninggal mencapai 253 jiwa, termasuk korban erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada awal Desember 2025 yang menelan 23 nyawa. Status tanggap darurat di provinsi ini juga diperpanjang hingga 22 Desember 2025 mengingat situasi yang masih membutuhkan perhatian intensif.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa proses identifikasi korban di lapangan sangat dinamis. Ada kasus khusus di mana jasad yang ditemukan ternyata merupakan warga yang telah meninggal sebelum bencana, sehingga data akan disesuaikan setelah verifikasi lengkap.
Meskipun beberapa wilayah telah melaporkan laporan korban hilang nihil, tim SAR dan Basarnas tetap bersiaga karena ada kemungkinan korban ditemukan di wilayah administratif lain yang berdekatan. Keterbatasan akses dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan dalam operasi pencarian.
Selain korban jiwa, pemerintah juga menangani lebih dari 902 ribu pengungsi di tiga provinsi tersebut. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan obat-obatan tetap menjadi prioritas, dengan bantuan didistribusikan melalui posko pengungsian yang terkoordinasi.
Pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Operasi penanggulangan bencana dan pemulihan juga terus dilakukan secara terkoordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan segenap relawan untuk meminimalkan dampak lebih lanjut.
Laporan : Ali Borneo
