16 Oktober 2026

Tiga Orang Meninggal Akibat Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Polda Jatim Selidiki Kronologi

0
image (3)

Surabaya — KALTIM — Baraberita.com — Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, dilanda kebakaran hutan dan lahan yang memakan korban jiwa. Peristiwa tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya menderita luka bakar.

Polda Jawa Timur kini sedang mendalami kronologi serta penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menimpa para korban.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Jules Abraham Abast, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Ia juga mendoakan agar korban yang mengalami luka bakar segera pulih kembali.

“Kami dari Polda Jawa Timur menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya tiga orang dalam peristiwa ini. Kami juga mendoakan para korban yang mengalami luka agar segera mendapatkan kesembuhan,” ujar Jules di Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, sebanyak 12 orang berangkat menuju lokasi kebakaran di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 09.00 WIB. Kelompok tersebut terdiri dari petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, serta karyawan hotel setempat.

Kedatangan mereka bertujuan untuk membantu proses pemadaman api yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Namun, keadaan berubah drastis pada siang harinya.

Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas dan relawan yang berada di lokasi menerima informasi bahwa sejumlah orang yang ikut memadamkan api diduga terjebak di sekitar area kebakaran. Pencarian segera dilakukan guna memastikan keberadaan mereka.

Setelah dilakukan pengecekan secara teliti, petugas berhasil menemukan enam korban di lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka bakar dengan tingkat yang berbeda-beda.

“Berdasarkan informasi awal yang kami terima, terdapat enam korban. Tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Saat ini penanganan terhadap para korban menjadi prioritas,” ungkap Jules.

Para korban yang mengalami luka bakar segera mendapatkan penanganan medis. Satu korban dirujuk ke RSUD Tongas untuk perawatan lebih lanjut, sementara dua korban lainnya menerima perawatan medis di Puskesmas Sukapura.

Hingga saat ini, identitas lengkap seluruh korban belum dapat dipublikasikan secara resmi. Pihak berwenang masih melakukan proses pendataan serta konfirmasi bersama keluarga dan instansi terkait.

Sementara itu, upaya penanganan dan pemadaman kebakaran di kawasan TNBTS terus berlangsung. Kegiatan ini melibatkan petugas taman nasional, personel kepolisian, relawan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh dan akurat, termasuk menelusuri alasan mengapa para korban hingga terjebak di area kebakaran.

Jules menegaskan bahwa penyebab utama terjadinya kebakaran belum dapat dipastikan. Faktor-faktor yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa pun masih dalam tahap pendalaman oleh tim penyidik. Pihaknya meminta masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi keluar.

“Untuk penyebab kebakaran maupun rangkaian kejadian yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka, masih dilakukan pendalaman. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum memperoleh fakta yang cukup dari hasil pemeriksaan di lapangan,” katanya.

Polda Jawa Timur juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kawasan yang masih terdampak kebakaran. Masyarakat diharapkan senantiasa mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Laporan : Agus Nugroho 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!