16 Oktober 2026

Keberhasilan Ungkap Penipuan Lintas Negara, Ditressiber Polda Jateng Raih Apresiasi FBI

0
image (2)

Semarang — JATENG — Baraberita.com — Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah menerima apresiasi resmi dari Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat atau FBI. Penghargaan tersebut diserahkan menyusul keberhasilan tim mengungkap kasus penipuan daring lintas negara yang dikenal dengan modus pig butchering scam.

Penyerahan apresiasi berlangsung dalam audiensi antara delegasi FBI dan Kantor Pengembangan, Bantuan, dan Pelatihan Penuntutan Luar Negeri (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan Kapolda Jawa Tengah, di Markas Polda Jateng, Rabu, 14 Oktober 2026. Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Son Nguyen, Pejabat Penghubung FBI untuk Indonesia dan Timor Leste, kepada Kapolda Jateng beserta jajaran Ditressiber Polda Jateng.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja sama yang telah terjalin dalam penanganan kasus penipuan digital yang menyasar korban di berbagai negara. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, menyatakan bahwa kerja sama antarnegara sangat diperlukan untuk menyingkap kejahatan siber yang sifatnya kompleks dan tidak dibatasi oleh batas wilayah.

Penanganan kejahatan siber membutuhkan kolaborasi antarlembaga penegak hukum untuk menelusuri jejak digital, mengidentifikasi jaringan pelaku, serta menegakkan hukum secara konsisten terhadap kejahatan lintas negara. Hal ini disampaikan Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia menjelaskan bahwa apresiasi yang diberikan pihak FBI menjadi dorongan semangat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan kemampuan penyidikan. Pengakuan internasional ini juga membuktikan bahwa penanganan kejahatan siber di tingkat lokal telah berjalan sesuai standar yang diakui dunia.

Menurutnya, penegakan hukum terhadap kejahatan siber tidak dapat dilakukan sendirian oleh satu negara saja. Hal ini dikarenakan pelaku, korban, hingga aliran dana yang terlibat sering kali berada di negara yang berbeda, sehingga pertukaran informasi melalui mekanisme resmi antarnegara sangat diperlukan.

Sebagai bentuk tindak lanjut penguatan kemampuan penyidikan, FBI telah mengundang empat personel dari Ditressiber Polda Jateng untuk mengikuti program pelatihan khusus yang akan dilaksanakan di Bali pada November 2026 mendatang. Pelatihan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan penanganan kejahatan siber secara lebih spesifik.

“Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyidik dalam menelusuri jejak digital, menganalisis bukti elektronik, mengungkap jaringan pelaku, serta menangani penipuan investasi daring dan kejahatan yang melibatkan transaksi keuangan digital,” ungkap Kombes Pol. Wahyu Nugroho.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Pejabat Penghubung FBI untuk Kejahatan Siber Rob Nelson, Penasihat OPDAT Tomika Patterson, serta staf dan pejabat utama Polda Jateng. Polda Jateng berharap kemitraan yang telah terjalin dengan FBI dan OPDAT dapat terus berkembang melalui pertukaran informasi dan peningkatan kompetensi penyidik secara berkelanjutan.

Wahyu menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra penegak hukum sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. Langkah ini diambil agar penanganan kejahatan siber dapat berjalan lebih efektif dan masyarakat terlindungi dari kerugian yang ditimbulkan penipuan daring.

Laporan : Hartono KS 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!