12 Agustus 2026

Renovasi Pasar Klandasan Dinilai Lambat, DPRD Balikpapan Akan Tegur BPKAD

0
IMG-20221202-WA0005

Balikpapan – Kaltim, Baraberita.com – Jum’at, 02/12/2022 – Renovasi Pasar Klandasan menjadi perhatian serius jajaran DPRD kota Balikpapan. Pasalnya, renovasi pasar yang menjadi salah satu icon ekonomi masyarakat Balikpapan ini tidak kunjung dikerjakan, pasca ditetapkan pemenang lelangnya.
Padahal, dengan dalih untuk pengerjaan renovasi pasar tersebut, para pedagang yang sebelumnya menempati Blok A atau area basah (ikan dan daging), sudah direlokasi sementara ke area belakang pasar. Namun hingga dua bulan berjalan belum juga ada pengerjaan proyeknya.
Hal ini menjadi perhatian serius jajaran Wakil rakyat di DPRD kota Balikpapan. Salah satunya adalah wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Budiono. Ia mendapatkan keluhan dari para pedagang blok A yang sudah dua bulan dipindahkan, namun belum juga ada tanda-tanda kios jualannya akan direnovasi.
“Kami menerima aspirasi masyarakat khususnya pedagang Blok A jenis ikan dan daging. Mereka sudah dipindahkan sejak dua bulan lalu, karena kios mau diperbaiki, namun hingga saat ini belum juga dikerjakan” Ucap Budiono ketika ditemui beberapa Media, saat rehat Rapat paripurna yang digelar beberapa waktu lalu.
Budiono juga menyayangkan kesiapan dari Dinas Perdagangan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) selaku yang bertanggung jawab masalah ini. Pemenang lelang proyek renovasi sudah ditetapkan, tetapi lambat pengerjaannya. Ia menilai Dinas Perdagangan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), tidak cepat tanggap untuk segera memulai tugas dan tanggungjawabnya, untuk melakukan penghapusan aset.
“Sudah dua bulan setelah direlokasi, sampai sekarang belum dikerjakan proyek renovasinya. Belum dibongkar, karena ada mekanisme penghapusan aset dan penanggung jawabnya adalah BPKAD,” lanjut Budiono.
Pemenang lelang sudah ditetapkan, untuk pekerjaan pembongkaran sudah ditentukan, namun proses hingga pengerjaan proyeknya terkendala pada tahapan penghapusan aset.
“Proyek Renovasi Pasar Klandasan ini sudah ditetapkan pemenang lelangnya, tapi belum ada upaya pengerjaan sampai sekarang. Sehingga, Dinas Perdagangan yang seharusnya sudah bisa melakukan pembangunan fisik, hingga kini belum bisa terlaksana,” kata Budiono politisi PDIP dengan logat santunnya .
Pengerjaan proyek renovasi pasar Klandasan yang merupakan pasar tradisional, dan menjadi salah satu icon Balikpapan ini dinilai Lambat berlarut-larut. Kondisi ini dinilai dapat merugikan masyarakat, terutama bagi para pedagang yang harus menempati tempat berjualan sementara di belakang pasar.
Budiono mengaku pesimis, bahwa pekerjaan ini dapat terselesaikan hingga akhir tahun 2022. Pihaknya akan memanggil dan meminta penjelasan pihak terkait untuk mendesak pengerjaan segera dilakukan. Jangan sampai ada Silpa (Susa Lebih Pembiayaan Anggaran). Permasalahannya adalah BPKAD harus menghapuskan aset agar segera dibangun. Tetapi di sisi lain, Dinas terkait belum bisa membangun juga karena belum rampung pembongkarannya.
“Jangan sampai masyarakat dirugikan. Kita akan kasih teguran kepada pengguna anggaran dalam hal ini dinas terkait dan BPKAD.
Mekanisme penghapusan aset dan penanggung jawabnya adalah BPKAD,” Tutup Budiono kali ini terlihat optimis.
Laporan : Yulsa Zena
follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!