11 Mei 2026

Kebakaran Dua Unit Rumah di Perumahan BDS II Kota Balikpapan, Polisi Masih Selidiki Penyebab Pastinya

0
IMG_20260511_204426

Balikpapan – KALTIM – Baranerita.com – Pada hari Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 15.30 Wita, suasana tenang di Perumahan BDS II, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, tiba-tiba berubah menjadi tegang. Sebuah ledakan keras terdengar jelas, diikuti munculnya kobaran api yang membesar dengan cepat serta asap tebal yang membumbung tinggi ke udara. Titik kejadian berada di dua unit rumah berjejer yang terletak di Jalan Nuri 7 Blok L RT 25 Nomor 10 dan Nomor 11, yang seketika menjadi pusat perhatian warga sekitar.

Hj. Anisatul Hamidah, warga berprofesi sebagai pedagang, saat itu sedang bersantai di teras rumahnya. Ia menjadi orang pertama yang mendengar suara ledakan dan melihat nyala api mulai melalap bangunan tetangganya. Dengan sigap, ia segera memberitahukan hal tersebut kepada Muhimmaturrofah, warga yang bekerja sebagai karyawan swasta, dan bersama-sama mereka menyampaikan kabar tersebut kepada warga sekitar agar segera datang memberikan pertolongan mencegah api merambat lebih luas.

Mendapatkan kabar tersebut, puluhan warga berdatangan membawa peralatan seadanya dan berupaya keras membantu memadamkan api agar tidak menyebar ke bangunan lain. Di saat yang sama, beberapa warga lain langsung menghubungi piket layanan BPBD Kota Balikpapan dan kantor Polsek Balikpapan Selatan untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan petugas resmi datang ke lokasi peristiwa secepatnya.

Sekitar pukul 16.15 Wita, rombongan tim pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian dengan membawa tiga unit kendaraan operasional. Tidak lama berselang, disusul kedatangan personel kepolisian yang terdiri dari Pawas, anggota KSPK, serta petugas dari unit Reskrim dan Intelkam baik dari Polsek Balikpapan Selatan maupun Polresta Balikpapan. Turut hadir pula tim SAR Sat Brimob Polda Kaltim, perwakilan kelurahan, Babinkamtibmas, petugas PLN, ketua RT setempat, serta tim informasi bencana.

Sesampainya di lokasi, seluruh tim langsung bergerak terkoordinasi sesuai tugas masing-masing. Tim pemadam fokus melakukan penyemprotan air ke titik api utama, sementara petugas kepolisian mengamankan kawasan agar tetap aman dan kondusif. Petugas dari PLN juga segera memutus aliran listrik di wilayah sekitar untuk mencegah risiko kebakaran makin meluas atau terjadinya bahaya sengatan listrik yang dapat membahayakan nyawa petugas maupun warga.

Kedua bangunan yang terdampak kebakaran tersebut masing-masing milik Koko Wahyono dan Siti Rahma, yang keduanya bekerja sebagai karyawan swasta. Berdasarkan keterangan awal dan hasil pengecekan di lapangan, diduga kuat api bermula dari hubungan arus pendek atau konsleting pada stop kontak listrik yang digunakan untuk perangkat pendingin ruangan di dalam kamar utama salah satu rumah tersebut.

Berkat respon cepat warga sejak awal kejadian serta kerja sama tim penanggulangan bencana, api berhasil dikendalikan sehingga tidak menghanguskan keseluruhan bangunan. Kerusakan paling parah hanya terjadi pada kamar utama yang nyaris ludes terbakar, sedangkan bangunan rumah sebelah hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian atap yang terkena jilatan api. Tidak ada bangunan lain di sekitar lokasi yang terdampak secara signifikan.

Setelah proses penyemprotan air dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih satu jam lebih, tepatnya pukul 17.45 Wita, petugas pemadam akhirnya menyatakan api sudah benar-benar padam dan aman dari risiko menyala kembali. Pihak kepolisian kemudian melakukan serangkaian tindakan mulai dari pencatatan laporan resmi, pengambilan keterangan saksi, pendokumentasian kejadian, hingga pengolahan tempat kejadian perkara untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga saat ini, jumlah kerugian materi yang dialami kedua pemilik rumah belum dapat diperkirakan secara rinci dan pasti. Hal ini dikarenakan masih perlu dilakukan pendataan menyeluruh terhadap barang-barang dan fasilitas yang rusak atau hilang akibat kebakaran maupun dampak dari proses pemadaman. Namun, hal yang paling melegakan seluruh pihak adalah tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka bakar dalam peristiwa ini.

Meskipun indikasi awal mengarah pada gangguan instalasi listrik, pihak kepolisian menegaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Pihak berwenang juga mengapresiasi kesiapsiagaan petugas, kelengkapan sarana pendukung, serta peran aktif masyarakat yang sangat membantu mempercepat penanganan kejadian. Diharapkan peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan rutin instalasi listrik rumah guna mencegah musibah serupa terulang kembali.

Laporan : OBID SETIAWAN 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!