12 Agustus 2026

Jadi Khotib, AKBP Tubagus Effendy Ajak Jamaah Hargai Perbedaan dan Jaga Kerukunan

0
1000079279

Minahasa Tenggara – SULUT – Baraberita.com – Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Sulut AKBP Tubagus Effendy mengajak jamaah agar memperbanyak berbuat baik, menghormati perbedaaan yang dianugerahkan, serta senantiasa menjaga nikmat perdamaian dan kerukunan yang terlimpah kepada Bangsa Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi Imam dan Khotib pada Sholat Jum’at di Masjid Ar Rahman, Desa Molompar, Kecamatan Belakang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jum’at (05/12/2025).

“Perbedaan bukan saja keniscayaan yang harus diterima umat manusia, melainkan satu dari sekian anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada makhluk-Nya,” ucapnya di hadapan ratusan jamaah.

Menurutnya, karena perbedaan tersebut kehidupan manusia menjadi lebih berwarna.

“Ibarat bunga tulip yang tumbuh dan mekar bunganya. Apabila di sebuah taman, hanya ada bunga tulip satu warna, maka yang tampak hanya satu warna. Tentu akan lebih indah, apabila bunga tulip nya warna-warni,” katanya.

Ia juga mengutip salah satu ayat Alquran yaitu QS. Al-Hujuraat ayat 13, yang artinya, “Hai Manusia, kami telah ciptakan engkau sekalian, dari laki-laki dan perempuan, serta kami jadikan engkau berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulai di antara kalian di sisi Allah SWT adalah yang paling bertaqwa”.

“Nampak jelas dari ayat tersebut di atas, bahwa perbedaan adalah sebuah ketentuan asasi dari penciptaan manusia oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Perbedaan tersebut sengaja dihadirkan oleh Allah dalam diri umat manusia untuk sebuah tujuan yang mulia, agar manusia bisa saling mengenal dan belajar memahami karakteristik masing-masing sehingga dapat terbangun kehidupan yang bermakna, kehidupan yang harmonis,” kata AKBP Effendy.

Perbedaan katanya bukanlah sebagai penghalang dari terwujudnya persaudaraan dan persatuan.

“Perbedaan hendaknya dijadikan kekuatan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Sebagaimana bangsa kita punya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi satu jua,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar jamaah jangan mudah diadu domba dengan berbagai macam isu, terutama yang berkaitan dengan isu perbedaan agama dan keyakinan.

“Marilah kita jaga keharmonisan, kita langgengkan dan kita sebarkan seluas-luasnya sehingga kita dapat mencegah potensi konflik yang bisa menjadi konflik kekerasan yang nyata,” ucapnya.

AKBP Effendy berharap, pesan ini dapat dipahami dan diamalkan oleh seluruh jamaah.

Dengan menjaga kerukunan dan persatuan, masyarakat dapat hidup dalam kedamaian dan harmoni.

Pesan AKBP Effendy ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Laporan : Virginia D. Malalantang 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!