Identifikasi Korban Kecelakaan Helikopter BK-117 D3 di Kalsel Tuntas
Banjarmasin – KALSEL – Baraberita.com – Proses identifikasi delapan korban kecelakaan helikopter BK-117 D3 yang jatuh di Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya tuntas. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polda Kalsel menyatakan operasi resmi berakhir.
Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes M El Yandiko mengatakan bahwa setelah seluruh korban berhasil diidentifikasi, operasi DVI resmi ditutup atau berakhir. El Yandiko mengungkapkan bahwa enam dari delapan korban telah dipulangkan ke pihak keluarga.
Saat ini, pihak kepolisian tinggal menunggu dua korban terakhir yang baru saja teridentifikasi. Keluarga korban akan segera menjemput jenazah korban setelah proses administrasi selesai.
Dalam proses identifikasi, tim DVI melibatkan berbagai ahli, termasuk ahli gigi untuk mengungkap identitas korban melalui struktur gigi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan identitas korban dengan akurat.
Untuk dua korban terakhir, pemeriksaan dilakukan melalui tes DNA yang dicocokkan dengan DNA keluarga. Proses ini memerlukan waktu yang lebih lama untuk memastikan identitas korban dengan tepat.
Kecelakaan helikopter BK-117 D3 milik Eastindo terjadi pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.00 WITA. Helikopter dengan rute Kotabaru, Kalsel menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) itu membawa delapan orang termasuk kru.
Helikopter tersebut hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh di Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Tim SAR dan kepolisian segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Proses identifikasi korban kecelakaan helikopter ini memerlukan kerja sama yang baik antara tim DVI, pihak keluarga, dan kepolisian. Hasil identifikasi ini diharapkan dapat membantu keluarga korban untuk memulangkan jenazah dengan tepat.
Dengan berakhirnya operasi DVI, pihak kepolisian berharap dapat memberikan kepastian kepada keluarga korban. Proses identifikasi yang akurat dan tepat waktu dapat membantu mengurangi trauma keluarga korban.
Pihak kepolisian dan tim DVI akan terus bekerja sama untuk memastikan bahwa proses identifikasi korban kecelakaan dapat dilakukan dengan baik dan profesional.
Laporan : Muhammad Yusni
