27 Agustus 2026

Dua Pohon Rawan Tumbang di Jalan Gereja Nafiri Pakadoodan Akhirnya Ditebang, Warga Lega

0
IMG_20260827_204131

Bitung – SULUT – Baraberita.com – Tepat pukul 09.00 WITA, proses penebangan dua pohon yang selama ini meresahkan warga di jalan menuju Gereja Nafiri, Kelurahan Pakadoodan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, akhirnya dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung atas arahan Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan menjadi kabar baik bagi seluruh masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Wali Kota Bitung diwakili Asisten I Pemerintah Kota Bitung, Forsman Dandel, turun langsung mengawasi jalannya penebangan. Proses tersebut dilakukan oleh personel Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bitung, serta didukung oleh unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pemerintah Kelurahan Pakadoodan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup, dan PLN Bitung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Michael Sondakh, Camat Maesa Fatmawaty Soleman, Sekretaris Kecamatan Maesa Yukhrestan F. Janis, Lurah Pakadoodan Rivana Palar, Kepala Lingkungan Junus Mangempa, serta seluruh unsur pegawai pemerintah yang ada di lingkungan tersebut.

Dua pohon yang berada di Jalan Gunung Awu, Kelurahan Pakadoodan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jalan Gereja Nafiri, memang sejak lama menjadi ancaman dan sumber kekhawatiran bagi warga yang melintas. Tingginya pohon yang mencapai sekitar 25 meter membuat risiko keruntuhan kapan saja sangat besar, terutama saat cuaca berangin kencang.

Tindak lanjut cepat dari Wali Kota Bitung Hengky Honandar patut diapresiasi. Setelah sekian lama warga merasa cemas, akhirnya keberadaan dua pohon rawan tersebut ditindaklanjuti segera. Hal ini bermula dari pemberitaan Baraberita.com melalui jurnalis Biro Bitung pada pertengahan Agustus 2026 yang mengangkat keresahan warga tersebut.

Pemberitaan tersebut juga segera direspon dan ditindaklanjuti oleh Anggota DPRD Kota Bitung, Devie Honce Barakati. Beliau melihat langsung kondisi dua pohon tersebut dan segera melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar langkah penanganan segera dilakukan.

Tujuannya tidak lain adalah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta meminimalisir risiko bahaya bagi masyarakat yang setiap hari melintas di jalan tersebut. Langkah ini membuktikan bahwa aspirasi dan keluhan warga benar-benar didengar oleh para pemimpin daerah.

Terjalin kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD Kota Bitung dalam merespons keluhan masyarakat ini menjadi contoh kolaborasi yang positif. Segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan warga menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan dengan cepat dan tepat.

Warga sekitar menyampaikan rasa terima kasih dan merasa sangat bersyukur akhirnya persoalan tersebut diselesaikan. “Kami sangat berterima kasih dan merasa bersyukur memiliki pemimpin dan wakil rakyat yang begitu peduli terhadap kami,” ungkap Antoneta Kaemba, salah satu warga sekitar, di sela-sela proses penebangan berlangsung.

Apresiasi juga disampaikan kepada operator penebangan yang bekerja dengan penuh kehati-hatian dan keberanian. Mengingat tinggi pohon mencapai sekitar 25 meter, proses penebangan tersebut membutuhkan keahlian dan ketelitian yang tinggi agar tidak menimbulkan bahaya baru.

Proses penebangan berakhir sekitar pukul 17.45 WITA. Selanjutnya, kegiatan pembersihan sisa-sisa penebangan akan dilanjutkan pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, oleh jajaran Pemerintah Kelurahan Pakadoodan bersama masyarakat setempat agar jalan kembali bersih dan dapat dilalui dengan aman.

Laporan : Affandy Tagay

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!