28 September 2026

Banjir Melanda Tapanuli Tengah, Polres Turun Langsung ke Lokasi Bencana

0
IMG-20260927-WA0047-780x470

Tapanuli Tengah — SUMUT — Baraberita.com — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu, 26 September 2026, sejak sore hingga malam memicu luapan sungai serta banjir di sejumlah wilayah. Dampak paling besar dirasakan di wilayah hukum Polsek Pandan, tepatnya di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Pandan.

Salah satu titik terdampak paling parah adalah Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka. Tanggul Sungai Bonalumban jebol sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga setempat. Ketinggian air di Lingkungan I, II, III, dan IV mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Merespons keadaan tersebut, jajaran Polres Tapanuli Tengah bergerak cepat menuju lokasi bencana. Kapolsek Pandan, IPTU Zul Efendi, bersama Kasat Samapta AKP Dorpis Sitompul, turun langsung ke lapangan. Mereka didampingi personel Bhabinkamtibmas serta Satuan Samapta Polres Tapanuli Tengah.

Tim kepolisian meninjau Kelurahan Bonalumban, khususnya Lingkungan III, guna memantau langsung kerusakan yang terjadi. Kehadiran mereka bertujuan memastikan keselamatan warga sekaligus menilai kebutuhan yang mendesak di lokasi.

Selain Bonalumban, kenaikan permukaan air dan genangan juga tercatat di beberapa wilayah lain di bawah naungan Polsek Pandan. Di Kecamatan Tukka, Kelurahan Hutanabolon turut tergenang sedalam 10 hingga 30 sentimeter di Lingkungan I dan II.

Di Kecamatan Pandan, debit Sungai Sibuluan meningkat tajam dan melintasi Kelurahan Sibuluan Nauli. Sementara di Kecamatan Sarudik, dampak yang sama terasa di Lingkungan II dan III Kelurahan Pondok Batu dengan ketinggian air antara 5 hingga 10 sentimeter.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi erat dengan berbagai instansi. Kerja sama dilakukan dengan Pemerintah Kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Pos Basarnas Sibolga–Tapanuli Tengah.

Personel siaga bencana alam juga telah disiapkan dan ditempatkan di Polres Tapanuli Tengah. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk bencana susulan jika hujan kembali turun dengan lebat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera mencari lokasi yang aman untuk mengungsi sementara apabila curah hujan kembali meningkat,” ujar Kapolres.

Hingga Sabtu malam, hujan dilaporkan telah mereda dan air yang meluap mulai surut. Warga perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa banjir. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini, dan akses jalan utama yang sempat tergenang kini sudah dapat dilalui kembali.

Laporan : Hartono KS.

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!