5 Oktober 2026

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Polda NTT: Tidak Ada Korban Jiwa dan Tidak Berpotensi Tsunami

0
image_750x_6ac1a8194c5b8

Kupang — NTT — Baraberita.com —  Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan pascagempa berkekuatan Magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Sumba Barat Daya dan sekitarnya pada Minggu (04/10/2026) pagi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada pukul 06.55 WITA atau 05.55 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 9,70° Lintang Selatan dan 118,92° Bujur Timur, atau sekitar 14 kilometer arah Barat Daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah NTT. Di Sumba Barat intensitas mencapai skala V MMI, Manggarai Barat IV hingga V MMI, Sumba Timur IV MMI, serta Manggarai III hingga IV MMI.

Kendati guncangan terasa kuat, BMKG telah mengonfirmasi bahwa peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.

Kapolda NTT melalui Kabidhumas menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa tersebut.

“Berdasarkan pemantauan di lapangan, belum ada informasi korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Kepanikan warga sempat terjadi saat guncangan berlangsung, namun kini situasi kondusif dan masyarakat telah kembali beraktivitas normal,” ujar Kabidhumas Polda NTT.

Seluruh personel jajaran Polda NTT, khususnya di Polres Sumba Barat Daya dan daerah terdampak lainnya, telah disiagakan untuk terus memantau perkembangan situasi.

Kapolda NTT telah menginstruksikan penguatan koordinasi dengan BPBD, BMKG, serta instansi terkait guna mengantisipasi dampak maupun potensi gempa susulan.

Polda NTT mengimbau masyarakat tetap waspada, memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali masuk ke rumah, serta menyaring setiap informasi yang beredar.

“Jangan mudah percaya berita yang belum jelas sumbernya. Pastikan informasi perkembangan gempa hanya bersumber dari kanal resmi BMKG, BPBD, atau kepolisian,” tutup Kabidhumas.

Laporan : Atriani Luas 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!