Dialog HTI Menghangat di Warkop Emy: Gubernur Gusnar Ditanya Soal Kontribusi Nyata bagi Pemprov
LIMBOTO – Baraberita.com -Suasana santai saat Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, duduk ngopi bersama tokoh masyarakat di Warkop Emy, kawasan Bawah Menara, Limboto, Minggu pagi, 13 September 2026, berubah menjadi diskusi terbuka dan tajam. Dari obrolan ringan seputar kopi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pembicaraan meluas menyoroti isu besar: kontribusi nyata pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di wilayah ini bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Pertanyaan itu dilontarkan langsung oleh aktivis lingkungan, Meys Kiraman, yang turut hadir dalam pertemuan akrab tersebut.
“Mohon izin, Pak Gubernur. Kami ingin mengetahui sejauh mana kontribusi nyata HTI bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo. Sebab di mata masyarakat, areal HTI di daerah ini sangat luas, namun dampak sumbangan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum kami rasakan secara nyata,” ujar Meys Kiraman.
Pertanyaan lugas itu sejenak membuat suasana hening. Semua mata tertuju kepada Gubernur Gusnar. Ia menyimak dengan saksama, lalu mempersilakan pihak pengelola HTI yang kebetulan hadir di lokasi untuk ikut menjelaskan guna menjaga keseimbangan informasi.
“Pertanyaan yang sangat bagus dari Bung Meys. Supaya penjelasannya berimbang, kebetulan di sini hadir Humas HTI, Pak Mansir Mudeng. Silakan disampaikan,” kata Gusnar.
Gubernur kemudian menegaskan prinsip dasar yang dipegang pemerintah terkait pengelolaan sumber daya alam, termasuk HTI.
“Mekanismenya berbasis sistem bagi hasil. Hal inilah yang perlu kami sampaikan secara transparan kepada seluruh masyarakat. Prinsipnya, Pemprov Gorontalo terbuka dan mengutamakan kejelasan: berapa besarannya, masuk ke mana, dan bagaimana peruntukkannya. Yang paling penting, masyarakat yang tinggal di sekitar areal HTI juga wajib merasakan manfaatnya. Jangan sampai pembagian keuntungan hanya tertulis di atas kertas, sementara rakyat di lapangan tidak mendapatkan dampak positif apa pun,” tegas Gusnar.
Pernyataan itu langsung disambut persetujuan dari para tokoh masyarakat yang hadir. Salah satu tokoh menimpali: “Kami sepenuhnya setuju, Pak Gubernur. Kuncinya ada pada keterbukaan. Kalau memang ada sistem bagi hasil, nilainya berapa, untuk apa saja digunakan, semuanya harus jelas dan diketahui publik.”
Di sela diskusi yang berjalan hangat, suasana kembali cair dengan canda Meys Kiraman yang menyapa Mansir Mudeng, “Kok Pak Gubernur malah jadi juru bicara HTI ya?” Ucapan itu memancing gelak tawa seluruh yang hadir.
Gubernur Gusnar kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah. Seluruh perjanjian kerja sama dan investasi yang berjalan di Gorontalo, termasuk pengelolaan HTI, akan terus dievaluasi agar benar-benar memberi dampak besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat luas.
Pagi itu, Warkop Emy bukan sekadar tempat bersantai dan menikmati kopi. Di atas meja sederhana tempat ngopi, terjalin ruang dialog terbuka: mulai dari urusan usaha rakyat, hingga persoalan besar pengelolaan sumber daya alam. Semuanya dibahas dengan santai, namun sarat makna dan kepedulian.
- Laporan Reporter Rolly Maku
