12 Juli 2026

Pepesan Kosong Tolak PT Lumintu Ageng Joyo Lestari dari Wakil Rakyat di DPRD Pohuwato, Warga Kecewa

0
IMG-20260712-WA0028

Pohuwato – GORONTALO – Baraberita.com – Gelombang penolakan terhadap rencana investasi kembali disuarakan tegas oleh masyarakat di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Ratusan warga yang berasal dari berbagai wilayah di Popayato Barat berkumpul di Lapangan Proklamasi Popayato untuk menggelar aksi Deklarasi Menolak PT Lumintu Ageng Joyo Lestari.

Kegiatan ini diselenggarakan karena rencana kehadiran perusahaan dinilai mengancam ruang hidup serta kelestarian lingkungan di wilayah mereka. Namun, jalannya kegiatan tersebut justru diwarnai kekecewaan mendalam akibat ketidakhadiran para anggota legislatif di hadapan massa.

Massa aksi menilai para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pohuwato tidak berkomitmen mengawal aspirasi warga secara langsung di lapangan. Padahal, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum sebelumnya, pihak dewan diketahui telah menyatakan sikap yang senada terkait rencana kehadiran perusahaan tersebut.

Kekecewaan mendalam disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Roni Ismail. Menurutnya, para anggota dewan sesungguhnya sudah mengetahui jadwal dan maksud kegiatan ini jauh hari sebelumnya. Namun, saat hari pelaksanaan tiba, dari 25 orang anggota DPRD tidak ada satu orang pun yang menampakkan batang hidungnya. Berbagai alasan disampaikan sehingga membuat warga merasa janji-janji yang disampaikan sebelumnya hanyalah pepesan kosong belaka.

“Kami sudah memberitahu waktu dan tempat jauh-jauh hari. Hari ini ratusan warga dari Popayato Barat rela berkumpul di Lapangan Proklamasi demi menyuarakan nasib daerahnya. Namun saat kami butuh dukungan nyata, dari 25 orang anggota DPRD tidak ada satu pun yang hadir. Yang kami dapatkan hanya alasan beruntun. Semua janji ternyata hanya kata-kata manis yang tak berisi,” tegas Roni.

Ketidakhadiran para anggota dewan di tengah barisan massa memicu sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Anggota DPRD Pohuwato, Yuliani Rumampuk, yang menurut kesaksian warga berada di sekitar lokasi namun tidak menemui peserta aksi. Sosoknya baru terlihat berkoordinasi dengan aparat keamanan saat suasana di Lapangan Proklamasi mulai mereda.

Kekesalan yang membuncah membuat massa sempat berhenti di depan kediaman anggota DPRD lainnya, Rizal Pasuma Thaib, di Kecamatan Popayato Barat saat perjalanan pulang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes simbolis atas ketidakhadiran para wakil rakyat dalam agenda yang dianggap sangat krusial bagi hajat hidup warga.

Merespons berbagai tudingan tersebut, Yuliani Rumampuk memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bukan bermaksud menghindar, melainkan khawatir jika harus hadir sendirian di tengah lingkaran massa yang cukup besar. Oleh karena itu, ia berupaya berkoordinasi dengan rekan kerja lainnya sebelum akhirnya bergerak menuju lokasi.

Anggota DPRD lainnya, Kiki Alhasni, menyampaikan bahwa mereka berusaha mendatangi lokasi bersama-sama. Namun sayang, kedatangan mereka terlambat karena massa aksi sudah mulai membubarkan diri dari Lapangan Proklamasi.

Sementara itu, Anggota DPRD dari daerah pemilihan Popayato Barat, Wawan Wakiden, menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan alasan ketidakhadirannya. Ia menyatakan masih berada dalam suasana duka mendalam atas berpulangnya tokoh nasional sekaligus pimpinan partainya, H. Rachmat Gobel. Hingga berita ini disusun, empat anggota legislatif lainnya yang berasal dari wilayah setempat belum memberikan keterangan maupun pernyataan resmi.

Dalam orasinya, perwakilan warga Molosipat Utara, Gusnar Rupu, menyampaikan ketidakpercayaan masyarakat terhadap sikap para wakil rakyat. “Saat kampanye kalian datang mengemis suara, namun saat ruang hidup kami terancam kalian justru bersembunyi. Sikap ini seakan menegaskan kalian menganggap rakyat bukan lagi tuan yang harus dilayani,” ujarnya tegas di hadapan ratusan warga.

Tokoh pemuda lainnya, Munawir Tumpinyo dan Jumardin Lalesa, menilai hal ini sebagai bentuk pengabaian amanat rakyat. Mereka menyerukan konsolidasi menyeluruh untuk mempersiapkan kekuatan perjuangan selanjutnya menuju ibu kota kabupaten. Senada dengan hal itu, Irsad Sulaeman dan Muarif Radji menegaskan akan menuntut pernyataan sikap secara tertulis dan tegas dari lembaga DPRD, bukan sekadar janji lisan semata.

Laporan : Suprianto

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!