20 Agustus 2026

Lokasi Jatuh Pesawat ATR 400 IAT Ditemukan, 6 Korban Ditemukan Hingga Malam Minggu

0
696b7664f034f-tangkapan-layar-diduga-puing-puing-pesawat-atr-42-500-milik-indonesia-air-transport-iat-di-pegunungan-taman-nasional-bantimurung-bulusaraung-maros-sulsel_1265_711

Maros – SULSEL – Baraberita.com – Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dengan rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita telah ditemukan oleh tim pencari. Lokasi jatuh pesawat berada di kawasan hutan pegunungan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Penemuan lokasi jatuh pesawat dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Maros dan Basarnas pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Tim tersebut menemukan puing-puing pesawat yang tersebar di area seluas sekitar 500 meter persegi di lereng gunung dengan kemiringan cukup tajam.

Hingga pukul 19.00 WITA pada hari yang sama, tim penyelamat telah menemukan sebanyak 6 korban dari total 10 orang yang tercatat dalam manifest pesawat. Empat orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim yang terus bekerja di lokasi meskipun kondisi medan dan cuaca mulai memburuk.

Tim yang telah sampai di lokasi jatuh pesawat antara lain personel Polres Maros, Basarnas Sulawesi Selatan, Korps Marinir TNI AL, Paskhas TNI AU, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, serta petugas BPBD Kabupaten Maros. Selain itu, tim medis dari RS Bhayangkara Makassar juga telah berada di lokasi untuk memberikan penanganan darurat.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Biddokkes Polda Sulsel dan Mabes Polri juga telah tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita. Mereka membawa alat perlengkapan khusus untuk melakukan proses identifikasi awal terhadap korban yang ditemukan dan mengamankan lokasi kejadian.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring dari posko induk di Kecamatan Balocci menyampaikan bahwa penemuan lokasi merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang tidak mengenal lelah. “Kami bersyukur bahwa lokasi jatuh pesawat telah berhasil ditemukan. Saat ini fokus kami adalah pada penyelamatan korban yang masih mungkin hidup dan penanganan terhadap korban yang telah ditemukan,” ujarnya.

Kepala Basarnas Sulawesi Selatan Letkol Marinir (Purn) Ahmad Fauzi menambahkan bahwa akses ke lokasi jatuh pesawat masih sangat sulit karena kondisi medan yang terjal dan tidak adanya jalan yang dapat dilalui kendaraan berat. “Kita menggunakan jalur kaki dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dari posko pendukung terdekat. Semua peralatan dan perlengkapan harus dibawa secara manual oleh tim,” jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Maros Heryanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan posko pendukung di Desa Rompegading dengan fasilitas kesehatan dasar dan tempat istirahat bagi personel yang bekerja di lapangan. “Kami juga telah mengkoordinasikan dengan masyarakat sekitar untuk memberikan dukungan logistik dan informasi terkait kondisi wilayah sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol. Joko Susilo menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemblokiran area sekitar lokasi jatuh pesawat untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses penyelidikan. “Kita akan melakukan dokumentasi menyeluruh terhadap lokasi kejadian dan puing-puing pesawat untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini,” ujarnya.

Pihak maskapai Indonesia Air Transport melalui Wakil Direktur Operasional Bambang Santoso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang terkena dampak insiden ini,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima pada malam hari Minggu.

Laporan : Hartono KS.

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!