25 Mei 2026

H. MASKUNI, S.H: PERJUANGAN 17 TAHUN PENGEMBANG PERUMAHAN MANDIRI TANPA LEMBAGA PEMBIAYAAN & TANPA STIKER PENYITAAN JIKA USER MENUNGGAK

0
IMG-20260101-WA0001

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Sosok profesional H. Maskuni, S.H, pengusaha properti asal Banjar ( Amuntai ) Kalimantan Selatan, telah mengembangkan usaha properti perumahan di bawah naungan PT. Kalimantan Pelita Nusantara selama 17 tahun tanpa melibatkan bank atau lembaga pembiayaan apapun. Perjalanan bisnis yang panjang ini berawal dari tekad untuk memberikan akses rumah yang mudah dijangkau bagi masyarakat tanpa beban bunga dan prosedur rumit. Keunggulan utama yang ditawarkan adalah tidak dipasang stiker pemberitahuan penunggakan apapun dan tidak dilakukan proses sita anggunan terhadap pengguna yang mengalami kesulitan pembayaran.

Sebelum terjun ke dunia properti, H. Maskuni awalnya mengelola usaha kuliner Waroeng Makan “Depot 45” di Terminal Balikpapan Permai. Usaha kuliner tersebut menjadi landasan awal dalam memahami kebutuhan dan harapan masyarakat Kalimantan. Saat itu, ia melihat banyak orang yang kesulitan memiliki rumah karena sistem pembiayaan yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka, hingga akhirnya ada teman yang mengajaknya untuk mengembangkan bisnis jualan tanah kavling.

Setelah melakukan kajian mendalam, H. Maskuni menilai tawaran untuk mengembangkan usaha properti memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Tidak hanya sebagai peluang bisnis, tetapi juga sebagai wadah untuk membantu masyarakat memiliki tempat tinggal layak. Dengan keyakinan tersebut, ia memutuskan untuk mengambil langkah besar dan membangun perusahaan yang fokus pada pembangunan perumahan dengan sistem pembiayaan mandiri yang transparan.

Sistem yang diterapkan adalah membuat ikatan hukum yang jelas dengan setiap pembeli melalui kontrak perjanjian yang dibuat di depan notaris. Setiap poin dalam perjanjian disampaikan secara terbuka, mulai dari uang muka murah 15 juta paling rendah pembayaran cicilan berdasarkan kemampuan pembeli, pilihan tenor, hingga hak dan kewajiban kedua pihak. Konsep ini diterima dengan baik oleh masyarakat karena memberikan rasa aman dan tidak ada unsur tersembunyi.

Untuk memenuhi kebutuhan berbagai lapisan masyarakat, perusahaan menyediakan pilihan tenor pembayaran yang fleksibel: 5 tahun untuk mereka yang ingin melunasi lebih cepat, 10 tahun sebagai pilihan tengah, dan 15 tahun bagi mereka yang membutuhkan waktu lebih panjang dengan cicilan yang lebih ringan. Selama lebih dari 17 tahun beroperasi, sistem ini terbukti efektif dan banyak pembeli yang telah berhasil melunasi pembayaran rumah mereka.

Jika ada pengguna yang mengalami kesulitan dan menunggak pembayaran, perusahaan tetap menjaga rasa martabat pengguna dengan tidak mempasang stiker pemberitahuan apapun di rumah. Selain itu, juga tidak dilakukan proses sita anggunan. Sebagai gantinya, pihak perusahaan selalu melakukan komunikasi terbuka dan mencari solusi bersama yang sesuai dengan kondisi ekonomi pengguna, karena memahami bahwa setiap orang pasti ingin melunasi utangnya jika memiliki kesempatan.

Perumahan pertama yang dikembangkan adalah Pondok Mentari Indah Satu dan Dua, yang terletak di Jalan Kolonel Syarifuddin Yoes. Proyek ini menjadi batu loncatan bagi perusahaan, di mana mereka belajar langsung tentang kebutuhan dasar masyarakat terhadap tempat tinggal – mulai dari ukuran rumah yang sesuai hingga kebutuhan akan ruang terbuka yang nyaman bagi keluarga.

Setelah meraih kesuksesan dengan Pondok Mentari Indah, perusahaan melanjutkan dengan proyek baru bernama Griya Balikpapan Residence (GBR). Awalnya hanya ada GBR Satu yang berlokasi di Jalan H. Mukmin Faisal, namun seiring dengan permintaan yang terus meningkat dan kepercayaan masyarakat yang tumbuh, mereka terus mengembangkan lokasi baru.

Perluasan GBR tidak hanya sebatas satu lokasi, melainkan menjajaki area potensial lainnya seperti Batakan, Sepinggan Baru, Sepinggan, hingga Teritip. Hingga akhir tahun 2025, jumlah perumahan dengan merek GBR telah mencapai 10 lokasi yang tersebar di berbagai titik strategis di Balikpapan dan sekitarnya. Setiap lokasi dirancang dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu hal yang selalu menjadi prioritas adalah kualitas konstruksi dan desain rumah yang sesuai dengan iklim dan budaya Kalimantan. Perusahaan menggunakan bahan bangunan lokal yang berkualitas dan bekerja sama dengan kontraktor berpengalaman agar setiap rumah yang dibangun awet dan nyaman ditempati dalam jangka panjang.

Namun demikian, sebagai pengembang mandiri tanpa dukungan lembaga pembiayaan atau pemerintah, mereka menghadapi tantangan dalam pembangunan sarana dan prasarana. H. Maskuni menyadari bahwa daya tarik utama orang berminat untuk membeli rumah tidak hanya terletak pada harga dan sistem pembayaran, tetapi juga pada ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas yang memadai.

Oleh karena itu, H. Maskuni mengungkapkan harapan besar terhadap pemerintah untuk memberikan resolusi kebijakan yang mendukung pengembang perumahan mandiri. Kiranya ada kebijakan khusus yang memberikan kemudahan dalam pembangunan sarana jalan dan got/parit, sehingga akses ke perumahan menjadi lebih baik dan tidak ada masalah genangan air saat musim hujan.

Selain itu, perusahaan berharap adanya bantuan dalam instalasi PDAM dan tiang listrik untuk setiap perumahan yang dikembangkan. Ketersediaan air bersih dan listrik yang stabil adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa dipisahkan dari tempat tinggal layak. Dengan dukungan ini, mereka dapat lebih fokus pada pembangunan rumah dan meningkatkan kualitas layanan kepada pembeli.

Kebijakan lain yang diharapkan adalah proses izin yang lebih cepat dan terpadu, serta pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang fokus pada pembangunan perumahan berkelas menengah ke bawah. Hal ini akan mendorong lebih banyak pengusaha untuk terlibat dalam memberikan akses rumah kepada masyarakat luas.

Menuju tahun 2026, PT. Kalimantan Pelita Nusantara telah menetapkan resolusi perubahan yang konkret untuk meningkatkan kualitas usaha dan layanan. Pertama, akan mengembangkan sistem pendaftaran dan pelacakan pembayaran secara digital agar lebih mudah diakses oleh pembeli melalui perangkat seluler. Kedua, akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan lokal untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat sekitar lokasi perumahan guna meningkatkan ekonomi lokal. Selain itu, perusahaan akan mulai merancang perumahan yang lebih ramah lingkungan dengan sistem pengolahan air limbah mandiri dan penggunaan panel surya.

Laporan : Arimin Imin 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!