12 Mei 2026

37 Orang Diduga Keracunan MBG di Majene, Polisi dan Petugas Kesehatan Tangani dengan Cepat

0
WhatsAppImage2026-01-13at19.03.19_732441

Majene – SULBAR – Baraberita.com – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sendana segera merespons adanya puluhan warga yang datang ke Puskesmas Sendana II dengan keluhan muntah dan sakit perut yang diduga akibat keracunan makanan. Peristiwa ini mulai terjadi sejak Senin malam (12/01/2026) sekitar pukul 20.30 Wita dan proses penanganan masih berlanjut hingga hari Selasa (13/01/2026).

Kapolsek Sendana AKP H. Ashari, S.Pd.I langsung memimpin petugas piket Polsubsektor Tubo Sendana beserta Kapolsubsektor IPDA Akil untuk mendatangi lokasi. Tujuan kunjungan adalah melakukan pemantauan situasi, pengamanan area, serta memastikan proses penanganan medis terhadap para korban berjalan dengan optimal.

Berdasarkan data sementara yang terkumpul di Puskesmas Sendana II, sebanyak 37 orang pasien telah mendapatkan perawatan setelah mengalami gejala serupa berupa mual, muntah, dan nyeri perut. Seluruh pasien saat ini masih dalam tahap penanganan intensif yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas tersebut.

Dugaan awal menunjukkan bahwa kasus ini berkaitan dengan keracunan makanan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut disalurkan oleh Yayasan Kreatif Jaya Perdana Bangsa yang beralamat di Jalan Poros Majene–Mamuju Km 65, Dusun Rawang-Rawang, Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih mendalam dari instansi terkait.

Untuk memastikan penanganan berjalan maksimal dan secara transparan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene Dra. Hj. Yuliani turut hadir langsung di Puskesmas Sendana II. Ia memantau perkembangan kondisi setiap pasien dan memberikan arahan terkait penanganan medis yang perlu dilakukan.

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan juga didampingi oleh Camat Tubo Sendana Abd. Azis, S.Pd., M.Pd. Kedatangannya bertujuan untuk mengkoordinasikan berbagai pihak serta memastikan kebutuhan logistik dan dukungan lainnya dapat terpenuhi dengan cepat.

Selain tenaga kesehatan dari tingkat kabupaten, tim dari provinsi juga telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim tersebut terdiri dari petugas surveilans dan petugas kesehatan lingkungan (Kesling) yang bertugas melakukan penelusuran epidemiologi serta pemeriksaan terhadap dugaan sumber keracunan.

Kapolsek Sendana AKP H. Ashari menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawalan terhadap area sekitar puskesmas dan koordinasi erat dengan seluruh instansi terkait. Tujuannya adalah menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.

Polisi juga menyatakan siap membantu proses penyelidikan secara menyeluruh apabila diperlukan oleh pihak berwenang. Langkah ini bertujuan untuk mengungkap dengan jelas penyebab terjadinya kejadian keracunan serta mengambil tindakan yang sesuai sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Hingga berita ini dibuat, situasi di Puskesmas Sendana II terpantau kondusif. Aparat kepolisian dan petugas kesehatan terus bekerja sama secara sinergis untuk memberikan pelayanan terbaik serta memastikan kondisi para korban dapat segera membaik.

Laporan : Arina Aliyu 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!