13 Juni 2026

Kapolri Paparkan Capaian Polri Akhir Tahun 2025, Komitmen Bantu Pemulihan Bencana dan Amankan Natal-Tahun Baru

0
image

JAKARTA – Baraberita.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memaparkan sejumlah capaian konkret yang telah dicapai oleh institusi kepolisian sepanjang tahun 2025 dalam acara rilis akhir tahun yang digelar di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (30/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa setiap kontribusi yang diberikan oleh Polri di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyukseskan berbagai program pemerintah yang telah ditetapkan. Capaian yang disampaikan tidak hanya mencakup aspek keamanan dan ketertiban, melainkan juga peran aktif Polri dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas di seluruh pelosok tanah air.

“Dengan berbagai capaian dan kontribusi nyata di berbagai sektor, Polri senantiasa hadir dalam membantu menyukseskan berbagai program pemerintah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat, sebagai wujud komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pidatonya. Ungkapan tersebut menjadi bukti nyata dari komitmen Polri sebagai institusi negara yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Melalui kerja sama yang erat dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, Polri terus berupaya memastikan bahwa setiap program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga turut menyinggung kondisi duka nasional yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang telah dilanda berbagai bencana alam. Ia menyampaikan kedalaman rasa prihatin dari seluruh keluarga besar Polri terhadap nasib masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus menegaskan bahwa Polri telah dengan cepat mengerahkan personel serta berbagai peralatan pendukung untuk mendukung proses pemulihan wilayah dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terkena dampak. Respons cepat ini menjadi bagian dari sistem penanggulangan bencana yang telah dibangun oleh Polri untuk mengantisipasi berbagai kejadian darurat yang mungkin terjadi di berbagai wilayah.

“Polri berkomitmen untuk mengerahkan berbagai sumber daya yang dimiliki baik personel maupun sarana dan prasarana seperti dapur lapangan, water treatment, pesawat dan helikopter, serta berbagai sarana prasarana lain yang dimiliki sehingga bencana dapat termitigasi dengan baik, serta pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan dengan cepat,” jelas Kapolri. Sumber daya yang dikerahkan tidak hanya mencakup tenaga manusia yang terlatih dalam penanggulangan bencana, tetapi juga berbagai peralatan khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti air bersih, makanan, dan tempat berlindung. Selain itu, Polri juga bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait termasuk TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan organisasi masyarakat untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif.

Selain menangani isu bencana alam, Kapolri juga melaporkan secara rinci mengenai kesiapan Polri dalam mengamankan rangkaian perayaan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang akan segera tiba. Dalam kerangka Operasi Lilin 2025, Polri telah melibatkan total sebanyak 146.701 personel gabungan dari berbagai satuan kerja kepolisian di seluruh Indonesia. Jumlah personel yang dikerahkan ini merupakan upaya maksimal untuk memastikan bahwa setiap aktivitas perayaan dapat berjalan dengan aman dan tertib, tanpa ada gangguan yang dapat mengganggu kenyamanan serta keamanan masyarakat yang berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Selain mengerahkan personel dalam jumlah besar, Polri juga telah menyiapkan sebanyak 2.903 posko pengamanan dan pelayanan yang akan tersebar di berbagai wilayah strategis di seluruh Indonesia. Posko-posko ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk pengamanan, tetapi juga sebagai titik pelayanan publik yang siap membantu masyarakat dengan berbagai kebutuhan selama masa perayaan. Operasi pengamanan ini menyasar sebanyak 44.436 objek vital yang dianggap memiliki risiko atau menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari gereja dan tempat ibadah lainnya, pusat perbelanjaan, terminal transportasi darat, stasiun kereta api, pelabuhan laut, bandara udara, hingga objek wisata populer dan lokasi-lokasi perayaan tahun baru yang menjadi tujuan banyak orang.

Kapolri menegaskan bahwa komitmen Polri dalam menjaga keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi kepolisian sendiri, melainkan merupakan kerja sama yang erat bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. Sinergi lintas instansi yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dinas terkait, serta berbagai organisasi masyarakat telah menjadi kunci keberhasilan dalam pengamanan acara-acara besar sebelumnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat yang telah menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Kapolri berharap bahwa seluruh rangkaian kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan momen spesial tersebut dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan.

Di bagian akhir paparannya, Kapolri secara terbuka dan jujur mengakui bahwa kinerja yang telah dicapai oleh Polri sepanjang tahun 2025 belum sepenuhnya mencapai tingkat kesempurnaan yang diharapkan. Ia menyampaikan bahwa meskipun telah dilakukan berbagai upaya dan upaya terbaik oleh seluruh personel Polri, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Pengakuan ini menunjukkan sikap akuntabel dan transparan dari institusi kepolisian terhadap masyarakat, serta menjadi bentuk penghormatan terhadap harapan dan ekspektasi rakyat Indonesia terhadap Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

“Kami menyadari pelaksanaan tugas Polri jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada masyarakat dan bangsa Indonesia khususnya, atas nama pimpinan Polri, mewakili keluarga besar Polri kami mengajukan, dari lubuk hati kami yang paling dalam, permohonan maaf, dan tentunya kami mohon untuk terus didukung, dikoreksi, dan diperbaiki agar kami dapat melaksanakan tugas Polri agar betul-betul bisa memenuhi apa yang diharapkan masyarakat,” imbuh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan penuh kesungguhan. Permohonan maaf yang disampaikan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kekurangan yang ada, tetapi juga sebagai dasar untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan di masa depan. Kapolri menegaskan bahwa setiap masukan, kritik, dan saran dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk meningkatkan kualitas.

Laporan : Ali Borneo 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!