1 Februari 2026

114 Kali Letusan dalam 6 Jam, Polda NTT Imbau Masyarakat Waspada Aktivitas Gunung Ile Lewotolok

0
image_750x_696f6f7f4fe93

Kupang – NTT – Baraberita.com -Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata. Gunung tersebut hingga kini berada pada Level III (Siaga), dengan pemantauan dilakukan sebagai bagian upaya melindungi keselamatan masyarakat serta mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi periode pengamatan Selasa, 20 Januari 2026 pukul 06.00–12.00 WITA, Gunung Ile Lewotolok tercatat mengalami 114 kali letusan. Kolom erupsi mencapai tinggi 300 hingga 500 meter, disertai asap dengan warna putih, kelabu hingga hitam. Aktivitas erupsi juga diiringi gemuruh dengan intensitas lemah.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, SIK., M.H., menjelaskan bahwa jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di wilayah Lembata telah disiagakan guna mengantisipasi dampak lanjutan dari aktivitas vulkanik tersebut.

Polda NTT terus melakukan koordinasi dengan Polres Lembata, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memastikan kesiapan personel di lapangan. Langkah ini bertujuan menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, dengan asap kawah bertekanan lemah setinggi 20 hingga 50 meter di atas puncak. Selain letusan, tercatat pula aktivitas kegempaan berupa hembusan, tremor harmonik, dan non-harmonik yang menunjukkan dinamika magma masih berlangsung.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel Polres Lembata bersama Polsubsektor Ile Ape aktif melakukan pengamanan jalur penghubung Kecamatan Ile Ape menuju Lewoleba. Selain itu, mereka juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada serta menggunakan masker.

Terkait informasi dari AirNav Indonesia mengenai potensi penutupan sementara Bandara Wunopito Lembata akibat sebaran abu vulkanik, Kabidhumas Polda NTT memastikan bahwa hingga saat ini aktivitas penerbangan masih berjalan normal. Meskipun demikian, situasi tersebut tetap dalam pengawasan ketat.

Polri mendukung penuh langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah dan lembaga teknis terkait. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menangani kondisi aktivitas gunung berapi tersebut.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

Imbauan juga diberikan agar masyarakat menggunakan masker dan pelindung diri untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik, serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Dengan kewaspadaan bersama dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi, diharapkan seluruh masyarakat tetap aman dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Laporan : Melkyanus Rearaja 

 

Loading

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *