Tokoh Masyarakat Banjar H. Maskuni, S.H. Mendukung Penuh Perang Total Kapolri Terhadap Narkoba Hingga ke Pelosok Desa dan Bersih-Bersih Aparat
Balikpapan — KALTIM — Baraberita.com — Doktrin kepemimpinan Polisi Bersama Masyarakat yang diusung oleh Kapolri Jenderal Polisi Dr. H.C. Suyudi Ario Seto kini tengah menjadi motor penggerak transformasi besar di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Melalui program prioritas dan target seratus hari kerja pertamanya, jenderal bintang empat ini menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam menjaga keamanan nasional. Salah satu fokus yang paling menyedot perhatian publik adalah perang total terhadap peredaran gelap narkoba yang kian mengkhawatirkan.
Langkah berani Kapolri ini langsung mendapatkan gelombang dukungan dari berbagai elemen bangsa di daerah. Salah satu apresiasi tinggi datang dari tokoh masyarakat suku Banjar Kalimantan Selatan, H. Maskuni, S.H., yang juga menjabat sebagai Penasihat Paguyuban Putra Kalimantan Bersatu. Beliau merupakan sosok yang dihormati, berasal dari Kalimantan Selatan namun sudah menetap serta berkiprah selama lebih dari lima puluh tahun di Kalimantan Timur, dengan menekuni profesi di bidang properti serta mengelola usaha kuliner khas Banjar.
Menurut H. Maskuni, S.H., komitmen Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memberantas narkoba bukan sekadar retorika politik di atas kertas. Strategi yang dijalankan oleh Korps Bhayangkara saat ini dinilai sangat taktis karena tidak hanya menyasar pusat-pusat kota besar, melainkan sudah bergerak masif mengejar para pelaku hingga ke pelosok desa terpencil. Wilayah pedesaan yang kerap luput dari pengawasan kini mulai tersentuh oleh operasi berskala besar.
Pergeseran fokus pemberantasan hingga ke wilayah pelosok desa dipandang sebagai langkah krusial oleh Paguyuban Putra Kalimantan Bersatu. Selama ini, jaringan sindikat narkotika internasional kerap memanfaatkan jalur-jalur tersembunyi dan wilayah perbatasan desa untuk menyelundupkan barang terlarang tersebut. Dengan diperkuatnya fungsi Polsek dan Polres sebagai ujung tombak, ruang gerak para bandar dan pengedar di tingkat desa kini semakin terjepit.
Tidak kalah menarik, perhatian publik juga tertuju pada kebijakan internal Polri yang sangat tegas di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi. Kapolri menginstruksikan pelaksanaan pemeriksaan tes urine secara berkala dan menyeluruh terhadap semua aparat penegak hukum tanpa terkecuali. Langkah pembenahan internal ini wajib dilakukan demi memastikan bahwa personel polisi yang bertugas di lapangan benar-benar bersih dari pengaruh narkoba.
Ketegasan Kapolri ternyata meluas secara sinergis dengan instansi pemerintah lainnya. Pemeriksaan tes urine ini tidak hanya menyasar internal kepolisian, tetapi juga diwajibkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara di berbagai tingkatan. Kebijakan tegas ini diambil sebagai langkah pencegahan sekaligus penanganan dini agar fasilitas negara dan pelayanan publik tidak dirusak oleh oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
Upaya pemberantasan ini bahkan menyentuh tingkat pimpinan daerah yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, yaitu para lurah dan kepala desa. Kapolri memandang bahwa lurah dan kepala desa adalah benteng pertama di lingkungan masyarakat. Jika para pemimpin di tingkat desa ini terindikasi menggunakan narkoba, maka upaya pencegahan di tingkat keluarga dan lingkungan dipastikan akan sulit berjalan maksimal.
Kebijakan tes urine massal bagi aparat, Aparatur Sipil Negara, hingga jajaran lurah dan kepala desa ini dinilai H. Maskuni, S.H. sebagai langkah yang sangat adil dan berani. Sebagai seorang praktisi hukum, ia memahami bahwa penegakan hukum akan kehilangan wibawa jika para penegak dan pelaksana peraturan sendiri tidak bersih. Apresiasi tinggi ia berikan karena Polri berani mendobrak batasan demi menyelamatkan generasi muda.
H. Maskuni, S.H. menegaskan bahwa Paguyuban Putra Kalimantan Bersatu siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam mendukung program ini di wilayah Kalimantan. Pihaknya akan menggerakkan jaringan komunitas dan pemuda untuk ikut memantau lingkungan sekitar dari ancaman narkoba. Sinergi antara kepolisian dan paguyuban ini diharapkan dapat menutup rapat celah masuknya narkoba ke bumi Kalimantan.
Pendekatan ilmiah dalam penegakan hukum yang diterapkan oleh Polri saat ini juga dinilai sangat efektif untuk membongkar jaringan aliran dana milik pengedar besar. H. Maskuni percaya bahwa menindak pengedar tingkat bawah saja tidak akan cukup selama aliran dana bandar besar belum diputus. Dengan pendekatan yang sistematis, kepolisian kini dapat melacak dan menyita aset hasil kejahatan narkoba secara lebih akurat.
Melalui doktrin Polisi Bersama Masyarakat, peran aktif warga masyarakat kini lebih difasilitasi oleh Polri. Sistem pelaporan masyarakat melalui nomor layanan satu satu nol dan pelayanan publik yang ramah membuat warga tidak lagi ragu untuk melaporkan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan mereka. Rasa aman untuk melapor inilah yang selama ini dinantikan oleh masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Dampak positif dari program seratus hari kerja Kapolri ini sudah mulai dirasakan secara nyata di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa kawasan yang dulunya dikenal sebagai kawasan rawan peredaran narkoba secara perlahan mulai tertata kembali dan berubah menjadi ruang publik yang aman dan produktif bagi anak-anak dan remaja. Perkembangan positif ini membawa harapan baru bagi masa depan bangsa yang bebas dari narkotika.
Sebagai Penasihat Paguyuban Putra Kalimantan Bersatu, H. Maskuni, S.H. juga mengimbau kepada seluruh kepala desa, lurah, dan Aparatur Sipil Negara di Kalimantan untuk mendukung penuh pelaksanaan tes urine ini. Menurutnya, tidak ada alasan untuk menolak atau menghindar jika memang berkomitmen untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat dengan jujur dan bersih.
Langkah nyata yang ditunjukkan oleh Jenderal Suyudi Ario Seto ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten hingga masa jabatannya berakhir. Konsistensi kepolisian dalam memberantas narkoba dan melakukan pembenahan internal dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di tanah air.
Menutup pandangannya, H. Maskuni, S.H. optimis bahwa di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Dr. H.C. Suyudi Ario Seto, Indonesia mampu mewujudkan visi Indonesia Emas yang bersih dari narkoba. Kerja sama yang kuat antara Polri, instansi pemerintah, dan tokoh masyarakat adalah kekuatan utama yang akan menjaga wilayah kita tetap aman dari ancaman narkoba.
Laporan : Arimin Imin
