11 Oktober 2026

Tim Gabungan Lanjutkan Penanganan Karhutla di Kawasan Pegunungan Sigi Sulteng

0
IMG_20261011_063556

Sigi — SULTENG — Baraberita.com — Tim gabungan terus berupaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Pegunungan Sidoe, Gunung Salu Lovu, dan Gunung Salubi. Ketiga lokasi tersebut berada di wilayah Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, serta Desa Bobo, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026).

Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan titik api yang masih menyala. Selain itu, tim juga berupaya mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan lain. Perlindungan terhadap lingkungan dan lahan perkebunan masyarakat juga menjadi prioritas utama dalam penanganan ini.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari berbagai unsur instansi. Di antaranya adalah personel Polres Sigi dan Polsek Dolo, BPBD Kabupaten Sigi, serta Manggala Agni Sulawesi Tengah dari Kementerian Kehutanan.

Keterlibatan unsur lain juga turut memperkuat barisan pemadam. TNI, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sigi, pemerintah desa, dan masyarakat setempat bahu-membahu melakukan pemadaman di lokasi terdampak.

Sebelumnya, tim telah berhasil memadamkan dua titik api di kawasan Gunung Salu Lovu. Setelah keberhasilan tersebut, tim kembali bergerak melanjutkan penanganan kebakaran di kawasan Pegunungan Sidoe dan Gunung Salubi.

Kegiatan kali ini dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Sigi, AKP Musa. Beliau didampingi oleh Kapolsek Dolo, IPTU Muh. Rusman, serta para petugas dari berbagai instansi terkait.

Dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, tim berhasil memadamkan sejumlah titik api di kawasan Dusun I dan Dusun II, Desa Jono. Proses pemadaman dilakukan menggunakan pompa jinjing dan jet shooter. Selain itu, metode manual serta dukungan pasokan air dari mobil pemadam kebakaran juga digunakan secara maksimal.

Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 40 hektare. Tim gabungan juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti medan pegunungan yang curam dan berbatu. Jarak tempuh dari posko ke lokasi juga cukup jauh, sekitar dua kilometer, disertai keterbatasan sumber air.

Sejumlah titik api masih sulit dijangkau karena berada di tebing terjal. Kondisi ini memerlukan evaluasi dan strategi penanganan lanjutan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas.

“Dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan personel dan masyarakat, kami memutuskan untuk menarik personel dari lokasi yang sangat berbahaya. Pemantauan tetap dilakukan dari pos lapangan, disertai koordinasi dan evaluasi bersama seluruh unsur terkait guna menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ujar Kabagops Polres Sigi, AKP Musa, mewakili Kapolres Sigi.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi lintas instansi, kesiapsiagaan petugas, serta dukungan aktif masyarakat agar kebakaran dapat dikendalikan dengan baik.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditangani secepatnya. Mari bersama-sama menjaga lingkungan demi keselamatan dan kepentingan masyarakat,” tegasnya. Sinergi antar berbagai instansi dan masyarakat menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman karhutla.

Laporan : Mohammad Yunus 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!