Rumah Kos Terbakar, Delapan Penghuni Tewas Terpanggang

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto bersama Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Nur Suhud saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (29/5) malam.

Surabaya, BARABERITA.COM  Selasa 29/05/2018 Sebuah rumah kos yang berada di Jalan Kebalen Kulon II/9 Surabaya terbakar, Selasa (29/5) siang. Delapan orang penghuni rumah kos tersebut tewas. Hingga berita ini ditulis, Polisi masih berada di TKP dan mendata para korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, mayoritas warga sekitar baru menyadari bahwa ada korban yang terjebak saat api sudah mulai padam. M. Imron, 19, salah seorang warga yang rumahnya berada di depan lokasi kebakaran menceritakan bagaimana dramatisnya peristiwa itu.

Ia mengatakan, asap pertama kali muncul sekitar pukul 14.20 WIB. Hal itu diketahui saat ada seorang penghuni kos yang keluar dan berteriak. “Ada anak kecil berusia sektar 15 tahun yang ngekos di situ keluar. Terus teriak-teriak. Kobongan. . Kobongan. . (Kebakaran. .kebakaran, red),” cerita Imron.

Setelah mendengar teriakan itu, warga lantas berbondong-bondong keluar rumah. Mereka berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Saya sendiri ngambil ember untuk bantu,” tambahnya.

Namun, upaya warga itu sia-sia karena api justru semakin membesar. Di saat seperti itu, beberapa penghuni kos yang masih terjebak di dalam berusaha keluar.

Imron mengatakan, ada tiga orang yang mencoba keluar lewat jendela lantai dua. Jendela tersebut ukurannya sekitar 1×0,5 meter. “Yang keluar lewat jendela itu satu laki-laki sama perempuan yang gendong bayinya,” katanya.

Warga lantas membantu dengan membawakan tangga bambu. Karena panik, ketiga orang itu sampai tidak memanfaatkan bantuan tangga tersebut. “Ibu-ibu itu sampai ngelempar bayinya. Untungnya sama warga ditangkap dari bawah,” ucap Imron.

Data yang diterima JawaPos.com, perempuan tersebut bernama Retno Febrianti, 32. Sedangkan bayi perempuannya yang masih berusia 11 bulan bernama Starla Ramadani. Keduanya saat ini masih dirawat di RS PHC.

Sementara itu, untuk memadamkan api, 11 unit mobil PMK dikerahkan ke lokasi kejadian. Kabidops Dinas PMK Kota Surabaya Bambang Vistadi mengatakan, kebakaran sebenarnya tidak terlalu besar. Api bisa dipadamkan sekitar 20 menit.

“Kami sendiri baru tahu bahwa masih ada orang yang terjebak di dalam saat proses pembasahan. Begitu ada yang bilang masih ada orang, kami makin percepat pembasahan,” terang Bambang kepada media.

Saat api sudah padam, petugas mendapati delapan orang tewas di lantai dua. Mereka terjebak, tidak bisa keluar dari rumah kos tersebut. Hingga saat ini, Polisi sendiri masih berjaga di lokasi kebakaran.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto yang meninjuau lokasi memastikan bahwa ada delapan orang yang tewas. “Rinciannya empat orang dewasa, tiga anak-anak, dan satu balita,” jelas Agus.

Agus mengatakan, mereka terjebak di dalam satu kamar di lantai dua. Dari informasi yang diperoleh Polisi, satu-satunya akses keluar adalah lewat tangga yang ada di dekat kamar tersebut. Saat ini katanya, Polisi masih memeriksa pemilik kos tersebut.

“Total penghuni kos ini ada 20 orang. Kami masih menunggu tim Labfor untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran,” tambah mantan Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya tersebut.

Kini, kedelapan jenazah tersebut sudah dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk keperluan autopsi dan identifikasi. Kepala Instalasi PKRS dan Humas RSUD dr. Soetomo dr. Pesta Parulian ME SpAn mengatakan seluruh korban tewas sudah berada di kamar jenazah.

“Sampai sekarang belum teridentifikasi jenis kelaminnya. Dari pemeriksaan awal, para korban menderita luka bakar,” tutur Pesta.

Editor : Arimin JW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *