13 Agustus 2026

Polri Kerahkan Ratusan Personel Perkuat Pengamanan di Papua Tengah dan Maluku Utara

0
IMG-20260405-WA0014

JAKARTA – Baraberita.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan ratusan personel untuk diberangkatkan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara. Langkah ini diambil guna memperkuat pengamanan serta merespons perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kedua daerah tersebut.

Pengecekan kesiapan pasukan Brimob yang akan bertugas di Papua Tengah dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 12.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Markas Komando (Mako) Brimob dan dipimpin langsung oleh Wakapolri.

Adapun rincian kekuatan personel yang disiapkan terdiri dari berbagai unsur. Sebanyak 100 personel Brimob disiapkan untuk Papua Tengah, disusul Tim Itwasum sebanyak 8 personel yang dibagi ke kedua wilayah.

Selain itu, terdapat Tim BIK sebanyak 10 personel khusus untuk Papua Tengah. Kemudian Tim Divpropam mengerahkan 26 personel yang terbagi ke dua wilayah, serta Tim Bareskrim sebanyak 20 personel untuk Papua Tengah.

Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah lebih dulu diberangkatkan pada Sabtu pagi. Mereka menggunakan pesawat jenis Beechcraft menuju lokasi penugasan.

Sementara itu, 4 personel dari Tim Itwasum untuk Maluku Utara masih dalam proses persiapan keberangkatan. Saat ini pihaknya masih dalam tahap pencarian tiket penerbangan menuju lokasi.

Sedangkan untuk penguatan di Papua Tengah, total personel gabungan yang akan diberangkatkan berjumlah 148 orang. Mereka dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026 pukul 01.00 WIB.

Rombongan pasukan tersebut akan menggunakan maskapai penerbangan Batik Air dengan tujuan akhir Bandara Nabire. Kehadiran mereka diharapkan dapat segera mengamankan situasi di lapangan.

Langkah penguatan ini dilakukan seiring dengan adanya dinamika situasi kamtibmas yang terjadi belakangan ini. Di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, sempat terjadi konflik antarwarga yang dipicu oleh kasus dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara warga dua desa yang mengakibatkan korban jiwa. Selain itu, terjadi pula pembakaran rumah warga, fasilitas umum, hingga satu unit tempat ibadah. Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat meredam konflik hingga situasi berangsur kondusif pada Jumat sore.

Di sisi lain, di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, juga terjadi insiden serius. Terjadi aksi penganiayaan berat terhadap personel Polri, Bripda Juventus Edowai, yang dilakukan oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan. Pihaknya berjanji merespons cepat setiap dinamika yang terjadi di lapangan.

“Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum tegas terhadap para pelaku kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya. Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kedua kasus tersebut serta memastikan situasi keamanan tetap terkendali.

Laporan : Naila Abraara 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!