Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Jaringan Pemalsuan Surat Tanah, Ini yang Disampaikan Kapolda Sumut

BARABERITA.COM Rabu, 26/12/2018 Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, pimpin konfrensi pers terkait pengungkapan jaringan pemalsuan surat tanah,  mengatakan, ketiga tersangka dikenakan pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHPidana tentang pemalsuan surat.
”Ketiganya di kenakan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHPidana tentang pemalsuan surat” kata Irjen Agus, Rabu (26/12/2018).
Terbongkarnya kasus pemalsuan surat tanah tersebut berawal dari laporan seorang PNS ke Polda Sumatera Utara, dalam laporannya diduga ke tiga tersang melakukan pemalsuan atau perubahan surat.
Dari penyelidikan yang di lakukan, diketahui ketiga tersangka telah melakukan perubahan surat Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan dengan Nomor:589/12.71-300/VI/2016, tanggal 15 juni 2016, dengan isi Grand Sultan No. 254, 255, 256, 258 dan 259 belum dapat kami tindaklanjuti dan diubah menjadi Grand Sultan No.254,255,256,258, dan 259 memang telah terdaftar pada kantor pertanahan Kota Medan.
Diduga ketiga tersangka memberikan keterangan dalam surat kuasa terkait Grand Sultan No. 254 dan 258 namun tidak pernah melihat asli fisik dari surat Grand Sultan tersebut.
Setelah berkoordinasi dengan pihak BPN Kota Medan, Polda Sumatera Utara akhirny meringkus ketiganya yang diduga sebagai mafia tanah. (humas)
Laporan : Arimin JW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *