Pengamanan Unjuk Rasa Mahasiswa Papua, Polda Bali Bersama Polresta Denpasar Tegaskan Kondisi Aman
Denpasar – BALI – Baraberita.com – Polda Bali bersama Polresta Denpasar melaksanakan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP KK) pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di kawasan Bundaran Plaza Renon dan berjalan aman, tertib, serta mengedepankan pendekatan humanis sejak pagi hingga siang hari.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, SIK., menyampaikan bahwa sebanyak 196 personil dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi. Massa yang hadir berasal dari berbagai elemen, antara lain AMP KK Bali, IMMAPA Bali, LBHI Bali, perwakilan BEM Undiknas, dan Front Mahasiswa Nasional.
Rombongan massa bergerak dengan berjalan kaki dari Asrama Putra Papua yang terletak di Jalan Tukad Yeh Aya IX. Perjalanan dimulai pukul 08.35 WITA dan tiba di lokasi kegiatan tepat pada pukul 09.00 WITA.
Sesampainya di tempat, peserta aksi segera menggelar orasi, membentangkan sejumlah spanduk berisi aspirasi, serta menyiarkan jalannya kegiatan secara langsung melalui media sosial.
Koordinator lapangan bernama Boas menyampaikan sejumlah tuntutan dalam orasinya. Salah satu poin utama adalah penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional di Merauke dan seluruh wilayah Papua yang dinilai mengancam keberadaan tanah adat.
Selain itu, massa meminta penarikan seluruh unsur militer baik organik maupun non-organik dari wilayah Papua. Mereka juga mendesak agar setiap kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi diselidiki dan diproses secara tuntas.
Massa juga menyampaikan tuntutan agar akses seluas-luasnya dibuka bagi jurnalis nasional maupun internasional untuk meliput kondisi di Papua. Selain itu, mereka menyuarakan hak masyarakat untuk menentukan nasibnya sendiri.
Pada pukul 12.50 WITA, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap. Di dalamnya, selain membahas isu terkait Papua, massa juga menyampaikan dukungan bagi kemerdekaan Palestina dan Catalonia, serta solidaritas kepada petani di Batur, Bali.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar bersama jajaran Polda Bali. Selama kegiatan berlangsung, aparat tetap mengedepankan pendekatan yang manusiawi agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Tepat pukul 13.05 WITA, seluruh peserta aksi sepakat membubarkan diri secara tertib. Mereka kembali menuju asrama dengan berjalan kaki dalam pengawasan aparat, dan seluruh rangkaian kegiatan selesai sepenuhnya pada pukul 13.30 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Pascakegiatan, Polda Bali bersama Polresta Denpasar akan terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bali. Koordinasi juga terus dijaga dengan pengurus asrama, tokoh adat, serta warga sekitar tempat tinggal mahasiswa.
“Kami juga mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua agar mahasiswa penerima beasiswa di sini dapat tetap fokus menempuh pendidikan. Hal ini sangat penting demi kemajuan pembangunan Papua di masa mendatang,” ujar Kabid Humas Polda Bali.
Laporan : Arimin Imin
