23 Mei 2026

Ibrahim Lamadaju Dilantik Pimpin GMNI Balikpapan, Usung Semangat Bersatu dan Hadir untuk Rakyat

0
IMG-20260523-WA0012

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Sabtu, 23 Mei 2026 menjadi hari bersejarah bagi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Balikpapan. Bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, kegiatan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang periode 2026–2028 digelar dengan khidmat mulai pukul 14.35 hingga 16.08 Wita. Mengusung tema “Bersatu dalam Gerak, Tumbuh dalam Perjuangan, Hadir untuk Rakyat”, acara ini dihadiri sekitar 90 orang yang terdiri dari unsur pemerintah, elemen mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan.

Hadir memeriahkan sekaligus menyaksikan momen pergantian kepemimpinan tersebut, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra, Anggota Komisioner Bawaslu Kalimantan Timur, Wamustofa Hamzah, serta Ketua DPD GMNI Kaltim periode 2024–2026, A.M. Dodi Prabowo. Turut hadir Ketua DPC GMNI Balikpapan periode sebelumnya, Maha Sakti Esa Jaya, Ketua Panitia Naya, serta perwakilan organisasi Cipayung Plus seperti PMII, HMI, GMKI, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Kota Balikpapan.

Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, dimulai dengan tarian pembuka, penyanyian lagu Indonesia Raya, Hymne Balikpapan, dan Hymne GMNI, serta doa bersama. Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini berkat dukungan berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen peneguhan komitmen untuk menjaga marwah organisasi, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan gerakan yang berpihak pada rakyat.

Ketua DPC GMNI Balikpapan periode 2024–2026, Maha Sakti Esa Jaya, dalam sambutannya mengingatkan kembali pesan Bung Karno bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang tidak boleh menjadi bangsa kuli. Ia menyoroti masih adanya bentuk penjajahan dan eksploitasi di masa kini. Ia berpesan agar kader tidak hanya berdiskusi di ruang tertutup, tetapi berani turun menyatu dengan rakyat, mengutip kalimat legendaris, “Yang takut jangan ikut, yang ikut jangan takut”, sebagai semangat berjuang demi kemerdekaan bangsa.

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Kaltim, A.M. Dodi Prabowo, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pelantikan akibat dinamika daerah, namun memastikan proses tetap berjalan sesuai koridor. Ia juga menyoroti pentingnya pusat advokasi hukum dan penguatan akademik bagi kader. Menurutnya, tantangan seperti deforestasi, banjir, dan masalah ekonomi menuntut kader yang tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga kuat secara ilmu pengetahuan hingga jenjang tertinggi.

Pemerintah Kota Balikpapan diwakili oleh Adwar Skenda Putra memberikan apresiasi tinggi terhadap kepengurusan baru. Ia mengingatkan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan, pengontrol sosial, dan mitra pemerintah dalam pembangunan. Lima peran utama ditekankan, yaitu menjadi pelopor transformasi digital, penggerak inovasi berkelanjutan, mitra strategis, kekuatan moral, serta pelopor aksi sosial dan advokasi guna mendukung visi Balikpapan sebagai Madinatul Iman dan kota penyangga IKN.

Wamustofa Hamzah selaku Anggota Komisioner Bawaslu Kaltim menyebut Rumah Jabatan Wali Kota sebagai rumah pergerakan mahasiswa. Ia mengajak seluruh elemen Cipayung Plus untuk tetap kompak dan bersatu, mengingat jumlah mahasiswa yang aktif berorganisasi relatif kecil, sehingga perpecahan harus dihindari. Ia mengingatkan bahwa gerakan tidak akan lepas dari fitnah dan hambatan, namun persatuan adalah kunci untuk menghadapi segala tantangan.

Dalam pesannya, Wamustofa juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya andal turun ke jalan, tetapi juga cerdas dalam berargumentasi dan membuat kajian. Ia menyoroti isu lingkungan di Balikpapan seperti masalah genangan air dan reboisasi yang belum maksimal. “Jadilah pejuang pemikir dan pemikir pejuang. Jangan sampai mahasiswa intelektual tidak bedanya dengan preman jalanan,” tegasnya mengingatkan agar kritik tetap disampaikan secara santun dan bertanggung jawab.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pelantikan resmi Ibrahim Lamadaju sebagai Ketua DPC GMNI Balikpapan periode 2026–2028, didampingi jajaran pengurus lengkap. Di antaranya Gola Romandoni Saputro selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi, M. Rizwan Rachellino P. (Kaderisasi), Raihan Anandana (Politik), Rafa Salsabila (Kesarinahan), serta Alrizal Ilhami F. (Agitprop). Didukung pula oleh Ramadhiva Puan Achirani sebagai Sekretaris dan Aynara Nazwa Q. sebagai Bendahara.

Dalam sambutan pertamanya, Ibrahim Lamadaju menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan amanah ini adalah tanggung jawab untuk menjaga ideologi Marhaenisme. GMNI ke depan akan terus hadir di tengah persoalan bangsa, mulai pendidikan, demokrasi, lingkungan, hingga ketimpangan sosial. “Kita lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan untuk rakyat,” ujarnya menegaskan arah gerakan organisasi ke depan.

Kepengurusan baru berkomitmen menjaga soliditas, memperkuat sistem kaderisasi, dan memastikan setiap langkah organisasi tetap berpijak pada kepentingan masyarakat luas. Nilai-nilai nasionalisme dan semangat Bung Karno akan terus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan program kerja yang akan dijalankan selama dua tahun ke depan.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup tepat pada pukul 16.08 Wita. Setelah prosesi pelantikan dan sesi foto bersama selesai, acara dilanjutkan dengan sesi internal organisasi untuk membahas langkah awal kerja sama antar bidang. Suasana haru dan semangat juang kental terasa meninggalkan ruangan aula, menandai dimulainya babak baru perjuangan GMNI di Kota Minyak.

Diharapkan, dengan struktur organisasi yang baru dan visi yang jelas, GMNI Balikpapan dapat menjadi motor penggerak perubahan yang nyata. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, serta menjadi kekuatan kritis yang konstruktif bagi kemajuan Kota Balikpapan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Laporan : Obid Setiawan 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!