18 Oktober 2026

Di Tengah Ketegangan Warga Bolmong, Personel Brimob Polda Sulut Evakuasi Lansia Sakit ke Tempat Aman

0
IMG-20261018-WA0004

Bolmong — SULUT — Baraberita.com — Situasi di kawasan perbatasan Desa Tonom dan Ibolian, Kabupaten Bolaang Mongondow, saat ini sedang diliputi ketegangan akibat konflik antarwarga. Di tengah suasana yang masih memanas tersebut, kehadiran aparat keamanan tidak hanya berfokus pada pengendalian situasi, tetapi juga memperhatikan keselamatan warga yang membutuhkan bantuan mendesak.

Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Utara melakukan evakuasi terhadap seorang warga lanjut usia yang sedang sakit dan berada di Desa Tataaran, kawasan perbatasan kedua desa yang berkonflik. Kondisi kesehatan warga tersebut tidak memungkinkannya untuk bergerak sendiri, sementara lokasi tempat tinggalnya berada di kawasan yang rawan akibat ketegangan yang terjadi.

Melihat kondisi yang mendesak, para personel segera turun tangan memberikan pertolongan. Mereka memastikan lansia tersebut dapat dibawa keluar dari kawasan yang rawan dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi kesehatan lansia tersebut serta situasi lingkungan yang belum sepenuhnya kondusif.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat pada saat dibutuhkan. Tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan serta pertolongan kepada warga, terlebih dalam situasi darurat seperti saat ini.

Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulut, Kompol I Wayan Wimantara, menyampaikan bahwa keselamatan seluruh masyarakat tetap menjadi prioritas utama pihaknya, termasuk warga yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik tersebut.

“Di tengah situasi yang memanas, nilai-nilai kemanusiaan harus tetap dikedepankan. Ada warga yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan. Keselamatan mereka menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa membantu masyarakat dalam kondisi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab dan pengabdian yang diemban setiap personel Brimob. Kehadiran anggota di lapangan tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan warga yang berada dalam kondisi rentan tetap mendapatkan perlindungan.

“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga melindungi masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, terlebih lansia yang sedang sakit dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, kami akan berupaya memberikan pertolongan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Selain melakukan evakuasi, pihaknya juga mengimbau seluruh warga dari kedua desa yang berkonflik agar tetap menahan diri. Tidak ada masalah yang dapat diselesaikan dengan tindakan yang memperburuk situasi, sehingga pihaknya mengajak semua pihak untuk mengutamakan pendekatan damai.

“Jangan sampai konflik membuat kita melupakan rasa kemanusiaan. Mari kita jaga diri, keluarga, dan sesama warga. Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog agar situasi kembali aman dan kondusif,” tambahnya.

Kasus ini juga mengingatkan bahwa dalam penanganan setiap konflik, perlindungan terhadap masyarakat sipil harus selalu ditempatkan sebagai prioritas utama. Kelompok lanjut usia, orang yang sedang sakit, perempuan, dan anak-anak adalah pihak yang paling rentan dan membutuhkan perhatian khusus ketika situasi keamanan terganggu.

Melalui langkah kecil namun bermakna ini, personel Brimob ingin menyampaikan bahwa kehadiran mereka adalah untuk seluruh masyarakat. Di tengah situasi yang sulit sekalipun, aspek kemanusiaan tidak boleh terabaikan, dan aparat akan selalu hadir untuk melindungi warga yang membutuhkan.

Laporan : Sofyan Simbala

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!