24 Oktober 2026

Pengungkapan Laboratorium Gelap Sabu Terbesar di Indonesia: 1,2 Ton Barang Bukti Diamankan di Aceh

0
image

Pidi — ACEH — Baraberita.con — Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil mengungkap keberadaan laboratorium gelap pembuatan narkotika jenis sabu di Kabupaten Pidie, Aceh. Lokasi tersebut diduga beroperasi di bawah kendali jaringan narkotika berskala internasional.

Dalam penindakan tersebut, petugas berhasil menyita narkotika dengan berat hampir 1,2 ton bruto. Jumlah ini menjadikan pengungkapan ini sebagai penemuan laboratorium gelap dengan barang bukti terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia hingga saat ini.

Penindakan dilakukan secara serentak pada tanggal 21 Oktober 2026 di lima lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota, meliputi Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, serta Kota Lhokseumawe.

Pengungkapan bermula dari pengembangan informasi intelijen yang mendalam serta pemantauan ketat terhadap pola pergerakan jaringan dan jalur logistik yang diduga digunakan untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan narkotika jenis sabu.

Salah satu lokasi utama yang disisir adalah sebuah ruko di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Di tempat ini, petugas menemukan fasilitas yang diduga berfungsi sebagai laboratorium gelap untuk mengolah minyak metil atau sabu cair menjadi sabu kristal siap edar.

Dari lokasi tersebut, petugas menyita sebanyak 20 drum berisi cairan narkotika, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta berbagai jenis peralatan yang diduga digunakan dalam proses pengolahan narkotika.

Secara keseluruhan, barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi ini mencapai berat hampir 1,2 ton bruto. Sebanyak 11 orang telah diamankan, yang terdiri dari dua warga negara asing dan sembilan warga negara Indonesia.

Penyidik saat ini masih mendalami peran masing-masing tersangka, serta menelusuri dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan narkotika internasional yang lebih luas.

Berdasarkan penyelidikan sementara, bahan baku narkotika cair tersebut diduga dikirim dari kawasan Asia Tenggara sebelum akhirnya tiba di wilayah Aceh. Tim gabungan kemudian memantau pergerakan para tersangka hingga berhasil menemukan lokasi produksi tersebut.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama lintas lembaga serta dukungan masyarakat yang berperan penting dalam keberhasilan pengungkapan kasus ini.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan ini dalam rangka menyelamatkan anak bangsa. Polisi dan masyarakat kita berhasil membongkar jaringan narkoba berskala besar,” ujar Suyudi saat memberikan keterangan di Pidie, Jum’at (23/10/2026).

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, maupun rumah sewa, untuk lebih teliti memastikan identitas dan aktivitas para penyewa agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Berhati-hatilah terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal. Jangan bersikap acuh tak acuh. Segera laporkan kepada pihak berwenang apabila melihat aktivitas yang mencurigakan,” tambahnya.

Penyidik terus mendalami jaringan yang terlibat, mengejar pihak-pihak yang masih buron, serta menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari kejahatan ini. Kerja sama dengan otoritas negara lain juga akan diperkuat untuk memutus rantai peredaran narkotika tersebut.

Laporan : Waysul Qarani

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!