24 September 2026

Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Solok Sumbar

0
2_438724

Solok — SUMBAR — Baraberita.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia bergerak cepat menangani dampak banjir bandang atau galodo serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan bersama unsur terkait dan masyarakat setempat.

Personel dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup, membersihkan tumpukan material lumpur dan bebatuan, melakukan pencarian warga yang belum ditemukan, hingga memberikan pendampingan psikologis bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigjen Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan penanganan bencana memerlukan kerja sama dari seluruh pihak yang bertugas di lapangan. Hal ini dikarenakan kondisi serta kebutuhan masyarakat yang terdampak cukup beragam.

“Polri bergerak cepat bersama unsur terkait dan masyarakat untuk menangani dampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Solok. Penanganan seperti ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga seluruh unsur bergerak bersama sesuai tugas dan perannya,” ujar Brigjen Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta, Kamis (24/09/2026).

Ia menambahkan upaya tersebut mencakup pembukaan akses jalan, pencarian warga yang hilang, pembersihan sisa bencana, serta pemberian dukungan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Respons cepat kepolisian dilakukan sejak peristiwa galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan wilayah Kayu Aro, Arosuka, serta Kecamatan Gunung Talang pada Senin (21/09/2026) malam.

Polda Sumatera Barat segera mengerahkan personel dari Brigade Mobil, Direktorat Samapta, serta jajaran Polres Solok. Unsur-unsur ini juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan warga setempat guna menanggulangi dampak bencana yang terjadi secara tiba-tiba.

Sebanyak 300 personel Satuan Brigade Mobil Polda Sumatera Barat bersama satu kompi personel dari Direktorat Samapta telah dikerahkan sejak malam peristiwa. Fokus utama awalnya adalah membuka kembali jalur utama penghubung Solok–Padang yang sempat tertutup material longsoran.

Personel bekerja bahu-membahu bersama warga dan unsur terkait membersihkan endapan lumpur serta bebatuan yang menutup jalan. Pekerjaan dilakukan menggunakan peralatan sederhana, kendaraan taktis, hingga mesin pompa air untuk mengangkat air dan kotoran yang menumpuk.

Kepala Polda Sumatera Barat, Irjen Polisi Djati Wiyoto Abadhy, turun langsung ke lokasi bencana guna meninjau kondisi warga serta kerusakan infrastruktur yang terjadi. Kehadirannya sekaligus memastikan proses penanganan berjalan tertib dan terarah.

Pembersihan akses jalan dilakukan secara bertahap agar jalur transportasi dapat kembali digunakan. Hal ini penting guna melancarkan mobilitas warga, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta proses evakuasi warga yang memerlukan penanganan khusus.

Selain pembersihan jalan, personel kepolisian bersama tim SAR gabungan juga melakukan pendataan rumah warga yang rusak serta terus mencari warga yang belum ditemukan pascabencana.

Pada Rabu (23/09/2026), tim pencarian dari Satuan Brigade Mobil Polda Sumatera Barat kembali memperluas jangkauan penyisiran di sejumlah titik lokasi. Pencarian dilakukan dengan membagi wilayah ke dalam beberapa sektor agar lebih menyeluruh dan terarah.

Di tempat pemukiman, personel juga membantu warga membersihkan sisa lumpur yang merendam rumah dan lingkungan. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tumpukan kotoran agar lingkungan kembali bersih dan dapat ditempati.

Penanganan bencana tidak hanya menyangkut pemulihan fisik semata, melainkan juga kondisi psikologis warga yang terdampak. Polri terus menyesuaikan langkah di lapangan dengan kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari evakuasi hingga pemulihan suasana.

Polres Solok melalui tim konselornya menggelar kegiatan pemulihan psikologis atau penyembuhan trauma bagi anak-anak dan warga yang terdampak. Kegiatan dilaksanakan di kawasan Komplek Nuansa Griya Arosuka serta lokasi pengungsian di Kecamatan Gunung Talang.

Para konselor mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan memberikan semangat agar rasa takut akibat bencana perlahan berkurang. Kehadiran petugas diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan menenangkan warga yang mengalami kejadian menegangkan tersebut.

“Polri juga memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga melewati situasi sulit,” tutur Trunoyudo.

Hingga kini, Polri bersama unsur terkait masih melanjutkan penanganan di wilayah terdampak dengan mengutamakan keselamatan warga. Proses pencarian, pembersihan, serta pendataan kerusakan terus dilakukan secara berkesinambungan.

Seluruh upaya ini dilakukan secara bertahap dan melalui kerja sama yang erat. Polri tidak berjalan sendiri, melainkan bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tim SAR, serta warga agar setiap kebutuhan di lapangan dapat terpenuhi secara bersama-sama.

Laporan : Jenita Claudia 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!