22 Agustus 2026

Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Ludeskan 673,4 Hektare Hutan dan Lahan

0
6a896fa5a7d57

Way Kambas – LAMPUNG – Baraberita.com – Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu (22/08/2026). Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena terjadi di kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Joaran Muklas dan Mbah Rabin, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Braja Harjosari dengan Desa Braja Yekti. Lokasi tersebut merupakan bagian dari kawasan lindung yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Hingga Sabtu siang, api masih terus berkobar dan merembet dari lokasi awal di Jati 3 Resort Kuala Penet menuju kawasan rawa Mbah Sapon. Rambatan api berlangsung cepat mengingat kondisi cuaca yang sangat panas.

Kondisi di lapangan cukup sulit dan menantang. Sebaran api semakin luas disertai kepulan asap tebal yang dipicu oleh cuaca panas serta hembusan angin kencang yang terus berhembus di kawasan tersebut.

Vegetasi di lokasi berupa semak belukar dan ilalang yang telah mengering. Jenis vegetasi ini membuat api sangat mudah menjalar dan meluas ke seluruh penjuru kawasan yang terbakar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan bahwa personel gabungan terus melakukan upaya pemadaman meskipun medan yang dihadapi tidak mudah.

“Personel masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap perkembangan api. Kondisi medan menjadi salah satu kendala karena titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki,” ujar Yuni, Sabtu (22/08/2026).

Menurut keterangan Yuni, petugas harus berjalan kaki sekitar satu jam lamanya untuk dapat mencapai titik kebakaran. Selain itu, tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi sehingga pemadaman sementara dilakukan menggunakan peralatan manual yang tersedia.

“Petugas menggunakan peralatan yang tersedia, seperti tangki semprot dan gepyok kayu. Upaya ini tetap dilakukan secara maksimal untuk mencegah api semakin meluas ke kawasan lainnya,” tambahnya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari lapangan, sebanyak 29 personel gabungan telah dikerahkan untuk menangani kebakaran yang melanda kawasan taman nasional tersebut.

Mereka terdiri dari 14 personel Polisi Hutan dan Masyarakat Mitra Polhut, sepuluh personel dari Kepolisian Sektor Braja Selebah, serta lima personel TNI dari Komando Rayon Militer Way Jepara.

Luas area yang telah terbakar diperkirakan mencapai 673,4 hektare. Angka tersebut merupakan luasan yang terpantau dari kebakaran yang terjadi di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Kuala Penet.

Yuni menjelaskan bahwa luas area yang terbakar tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan. Tim juga terus melakukan pemetaan sekaligus memantau arah pergerakan api yang masih aktif.

“Angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering menjadi tantangan utama dalam penanganan. Karena itu, petugas tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga mengantisipasi agar rambatan api tidak semakin meluas,” jelas Yuni.

Ia menambahkan, Polda Lampung bersama jajaran terkait akan terus berkoordinasi secara erat dengan pengelola Taman Nasional Way Kambas serta unsur TNI untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan yang sedang berlangsung.

“Untuk penanganan lebih lanjut, saat ini juga sedang dipersiapkan alat berat konstruksi agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif, terutama pada titik-titik yang sulit dijangkau secara manual,” tutur Yuni lebih lanjut.

Hingga Sabtu siang, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Petugas gabungan masih bertahan di lokasi untuk melanjutkan pemadaman sekaligus mengawasi titik-titik api yang berpotensi kembali membesar karena pengaruh angin kencang.

Laporan : Ali Borneo 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!