5 Juli 2026

Tabligh Akbar 1 Muharram 1448 H: Ustadz Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad Isi Peringatan Tahun Baru Islam di Balikpapan

0
IMG-20260704-WA0012

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 21.15 Wita. Acara berlangsung di lingkungan Masjid Madinatul Iman Islamic Center Balikpapan, yang beralamat di Jalan Belibis, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Acara ini menghadirkan penceramah terkemuka, yaitu Ustadz Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad, dan dihadiri oleh sekitar 2.500 orang jamaah yang datang dari berbagai penjuru kota. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat keagamaan sejak awal hingga akhir rangkaian kegiatan.

Turut hadir memberikan dukungan dan mengikuti jalannya acara, Walikota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, bersama Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo beserta istri. Kehadiran mereka menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang menyatukan umat.

Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Kota Balikpapan H. Alwi Al Qadri, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur H. Yusuf Mustofa, serta Wakil Ketua I DPRD Balikpapan Yono Suherman. Unsur legislatif daerah ini hadir untuk mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Perwakilan dari unsur penegak hukum dan lembaga yudikatif juga ikut hadir, yaitu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Balikpapan  Andri Irawan dan Ketua Pengadilan Agama Balikpapan H. Achmad Fanani. Kehadiran mereka mempertegas sinergi dalam menjaga ketertiban dan nilai kebaikan di masyarakat.

Lembaga yang menangani urusan keagamaan juga diwakili oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan H. Masrivani, serta Kepala Badan Amil Zakat Nasional Balikpapan Abdul Rosyid Bustomi. Keduanya turut serta dalam mendukung kegiatan yang bernilai ibadah dan sosial ini.

Dari unsur TNI, hadir Kepala Bintaljarahdam VI/Mlw Kolonel Kav Abdul Mufid, Komandan Lanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb Kisworo, Komandan Lanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo, serta Komandan Koramil 0905-03 Mayor Ctp Ribut Hadi Purnomo. Kehadiran mereka menjamin kelancaran dan keamanan jalannya acara.

Di antara peserta juga terlihat Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali, Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Zulkifli, serta Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Andi Muhammad Yusri Ramli. Turut hadir Anggota Komisi I DPRD Balikpapan H. Andi Arif Agung.

Selain pejabat daerah, hadir pula Imam Besar Masjid Islam Center Balikpapan KH. Jaelani Mawardi, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta seluruh jamaah tetap dan pengunjung Masjid Madinatul Iman Islamic Center Balikpapan.

Dalam ceramahnya, Ustadz Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lahir pada tahun yang dikenal sebagai Tahun Gajah. Pada masa itu, masyarakat Arab belum mengenal sistem penanggalan tahunan dan hanya menyebut waktu berdasarkan nama-nama bulan.

Beliau melanjutkan, sistem penanggalan Islam baru resmi ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Hal ini bermula dari usulan yang disampaikan oleh Abu Musa Al-Asy’ari, yang kemudian dibahas melalui musyawarah bersama para sahabat. Disepakati menurut pandangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah dijadikan awal tahun dalam Kalender Hijriah. Hijrah dipilih karena menjadi batas pemisah antara kebenaran dan kebatilan sekaligus menandai kebangkitan umat Islam.

Dari peristiwa tersebut, Ustadz Abdul Somad menekankan pentingnya sikap musyawarah, kerendahan hati, dan keteladanan bagi seorang pemimpin. Khalifah Umar bin Khattab, meski memegang kekuasaan tertinggi, tetap mendengarkan pendapat orang lain sebelum mengambil keputusan. Beliau juga mengingatkan bahwa setelah meninggalkan jabatan, yang akan selalu dikenang bukanlah kedudukan, melainkan akhlak, tutur kata, dan sikap yang baik.

Selain berpindah tempat tinggal, makna hijrah yang sesungguhnya adalah menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sesuai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan apa yang dilarang Allah. Momen peringatan Tahun Baru Hijriah diharapkan menjadi titik balik untuk memperbaiki diri, meninggalkan dosa, meningkatkan ketakwaan, serta melakukan taubat secara sungguh-sungguh.

Ustadz juga mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak membaca istigfar sebagai bentuk memohon ampun kepada Allah, baik dengan bacaan sederhana maupun yang paling utama yaitu Sayyidul Istighfar. Yang terpenting bukanlah panjang pendeknya bacaan, melainkan keikhlasan hati, rasa menyesal, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan. Beliau juga mengisahkan peristiwa hijrah yang penuh mukjizat, di mana Allah melindungi Rasulullah dari rencana jahat kaum Quraisy, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, serta keberanian Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam melindungi Rasulullah.

Acara berjalan dengan tertib, aman, dan lancar sepanjang pelaksanaannya. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.15 Wita ini resmi diakhiri pada pukul 22.45 Wita setelah rangkaian penutup dan doa bersama. Semangat keagamaan yang terpancar dari seluruh peserta menjadi harapan agar pesan yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Laporan : OBID SETIAWAN 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!