5 Juli 2026

Penganiayaan dengan Senjata Tajam di Depan Tempat Hiburan, Satu Orang Meninggal di Mamuju

0
17adbfc0-198b-495c-b10d-17588d172e20_819160

Mamuju – SULBAR – Baraberita.com – Menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui Layanan Call Center 110, Piket Pamapta bersama Piket fungsi dan Tim URC Polresta Mamuju segera bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara. Laporan tersebut berisi dugaan terjadinya penganiayaan menggunakan senjata tajam di depan area parkir King Karaoke, Jalan Diponegoro, Mamuju, pada Sabtu dini hari, 04 Juli 2026.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol Agustinus Pigay, secara tegas membenarkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi di lokasi yang dilaporkan masyarakat.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 02.44 Wita dan mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Korban adalah seorang pria berinisial T, berusia 53 tahun dan beralamat di Kelurahan Binanga, yang sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju sebelum akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan bahwa korban meninggal mengalami luka sayat pada tangan kiri serta luka tusuk di bagian perut kiri atas. Cedera tersebut menimbulkan perdarahan yang sangat banyak dan menjadi penyebab utama memburuknya kondisi korban.

Selain korban yang meninggal dunia, dua orang lainnya juga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Salah satunya adalah pria berinisial K, berusia 41 tahun dan merupakan anggota TNI, yang menderita dua luka tusuk pada bagian punggung. Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Manakarra dalam keadaan tetap sadar.

Korban ketiga adalah pria berinisial D, berusia 24 tahun dan beralamat di Kelurahan Karema. Ia mengalami luka disertai rasa nyeri pada bahu kiri dan kondisinya sudah membaik setelah mendapatkan pertolongan medis secara langsung.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika D mengaku pernah menjadi korban pemukulan di salah satu tempat hiburan malam. Ketika keluarganya datang ke lokasi untuk mencari keterangan lebih lanjut, mereka justru menemukan sekelompok orang sedang terlibat dalam perkelahian. Tidak lama berselang, terlihat seorang pria tergeletak bersimbah darah dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Tim forensik dari Biddokkes Polda Sulawesi Barat telah mengeluarkan keterangan resmi melalui berita acara Visum et Repertum. Hasilnya menyatakan bahwa korban meninggal mengalami luka tusuk di bagian perut yang diduga menjadi pemicu terjadinya perdarahan secara masif hingga berujung kematian.

Dalam upaya pengungkapan kasus ini, pihak Polresta Mamuju telah mengamankan satu barang bukti berupa sebilah badik. Selain itu, polisi juga menahan seorang pria berinisial M.A.F., berusia 20 tahun dan beralamat di Kelurahan Karema, yang diduga memiliki keterlibatan dalam peristiwa tersebut. Terduga pelaku kini menjalani serangkaian pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidik Polresta Mamuju terus melakukan pendalaman kasus dengan memeriksa sejumlah saksi mata serta melengkapi seluruh alat bukti yang dibutuhkan. Tujuannya agar kronologi kejadian dapat terungkap secara rinci dan jelas. Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan aktif dan pihak kepolisian belum dapat memastikan motif pasti yang melatarbelakangi peristiwa kekerasan itu.

Laporan : Agus Jumantoro 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!