Halal Bihalal PSHT Balikpapan 1 Syawal 1447 H: Sucikan Hati, Jalin Silaturahmi untuk Kota yang Lebih Kondusif

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com -Acara Halal Bihalal Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Balikpapan 1 Syawal 1447 H / 2026 M telah sukses diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 20.00 WITA. Kegiatan yang mengambil tema “Sucikan Hati, Jalin Silahturahmi, Perekat Tali Persaudaraan” berlangsung di Gedung Serba Guna KNPI Kota Balikpapan, Jalan Manuntung, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Acara dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai kalangan dalam lingkungan PSHT, mulai dari sesepuh, pengurus hingga siswa dan siswi. Antara lain yang menghadiri adalah Ketua PSHT Provinsi Kalimantan Timur Nur Ali, Ketua PSHT Cabang Balikpapan Ridhon Ruslan Had, Sekretaris Agung Ari Prasetio, serta seluruh dewan pertimbangan, ketua ranting se-Kota Balikpapan, pelatih, dan panitia penyelenggara yang diketuai Parayitno.
Kegiatan dibuka dengan rangkaian acara yang terstruktur, dimulai dari pembukaan resmi, diikuti dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran sebagai pembuka acara yang penuh berkah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan pengurus tingkat provinsi.
Dalam sambutannya, Ketua PSHT Cabang Balikpapan Ridhon Ruslan Hadi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin. Ia menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar warga PSHT.
Ridhon juga mengingatkan agar seluruh warga PSHT tetap menjaga marwah organisasi dengan bersikap rendah hati atau andhap asor, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Ia berpesan agar semangat Idul Fitri dijadikan modal untuk terus mewujudkan konsep Memayu Hayuning Bawono, menjaga solidaritas dan komunikasi antar ranting, serta turut menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Balikpapan.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PSHT Provinsi Kaltim Nur Ali yang juga memulai dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan mengucapkan salam hormat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyatakan bahwa momentum Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk kembali kepada fitrah dan saling memaafkan sesama.
Nur Ali mengucapkan maaf lahir dan batin secara pribadi maupun kedinasan sebagai pemimpin provinsi. Ia menegaskan bahwa PSHT bukan sekadar organisasi bela diri, melainkan organisasi persaudaraan yang kekuatannya terletak pada guyub rukun.
Ia memberikan tiga pesan penting kepada seluruh warga PSHT Cabang Balikpapan, yaitu menjaga marwah organisasi dengan menjadi manusia berbudi luhur, mempererat persaudaraan tanpa membiarkan perbedaan memecah belah, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menjaga kondusivitas kota.
Setelah sambutan, acara memasuki sesi ceramah atau tausyiah yang dibawakan oleh KH. Muhammad Muhlasin dari PWNU Kaltim sekaligus Pengasuh Ponpes Al Izzah Balikpapan. Penceramah menyampaikan bahwa setelah ditempa selama sebulan di bulan Ramadhan yang disebutnya sebagai “Kawah Candradimuka”, saatnya membersihkan hati dari noda kesombongan dan amarah.
KH. Muhammad Muhlasin menjelaskan bahwa kesucian hubungan dengan Allah SWT (Hablum Minallah) tidak akan sempurna jika hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas) masih terganggu oleh dosa dan dendam. Ia mengaitkan ajaran Islam dengan nilai-nilai PSHT yang menjadikan persaudaraan sebagai ikatan ruhaniah.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, sehingga Halal Bihalal menjadi jembatan untuk meruntuhkan tembok ego antar individu.
Penceramah juga menegaskan bahwa tujuan akhir PSHT adalah membentuk manusia yang berbudi luhur dan tahu benar salah, yang selaras dengan konsep Makarem al-Akhlak dalam Islam. Ia mengingatkan agar ilmu bela diri yang dimiliki tidak membuat hati menjadi sombong, melainkan semakin rendah hati seperti falsafah padi yang semakin berisi semakin merunduk.
KH. Muhammad Muhlasin menyampaikan bahwa warga PSHT di Balikpapan adalah benteng kedamaian yang harus menjaga kota dengan semangat kasih sayang. Persaudaraan tidak hanya berlaku di dalam organisasi, namun juga harus diterapkan kepada seluruh masyarakat sekitar sebagai wujud dari ajaran Rahmatan Lil ‘Alamin.
Ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum 1 Syawal 1447 H sebagai awal untuk memperkuat ikatan lahir dan batin, serta saling memaafkan dengan tulus agar doa-doa dapat diterima oleh Allah SWT.
Setelah sesi ceramah dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang menjadi momen bagi seluruh warga PSHT untuk saling bertemu, berbagi cerita, dan mempererat tali silaturahmi. Kegiatan yang berjalan dengan aman dan tertib ditutup pada pukul 22.45 WITA.
Laporan : OBID SETYAWAN
