Menurut H. Maskuni, S.H Tokoh Masyarakat, Operasi Pasar Beras Murah Jika Menggunakan Cara Lama Tidak Efektif
Oplus_131072

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman baru saja mengikuti rapat terbatas dengan Presiden yang membahas sejumlah permasalahan dan program kerja jangka pendek, termasuk perkembangan kasus beras oplosan yang terjadi di sejumlah daerah. Dalam pidatonya, Menteri Amran menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan operasi pasar beras dengan harga murah yang akan disalurkan ke pedagang dan melalui PT Pos Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga akan membagikan bansos beras untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Presiden juga memerintahkan Menteri Pertanian untuk memperbaiki irigasi dan mencetak sawah baru di sejumlah daerah untuk meningkatkan produksi beras.
Namun, tokoh masyarakat Balikpapan, Haji Maskuni, S.H, memiliki pendapat lain tentang operasi pasar beras murah. Menurutnya, operasi pasar yang dilakukan dengan menambah kuota ke para pedagang dan melalui kantor pos tidak efektif dan efisien.
“Jika hanya pedagang yang ditambah kuota, jelas tidak efektif sebab pasti berasnya dia timbun di gudang dan dia jual dengan harga mahal,” kata Haji Maskuni.
Haji Maskuni juga menyatakan bahwa operasi pasar lewat PT Pos Indonesia tidak efektif dan efisien karena tidak semua kecamatan di seluruh Indonesia ada kantor pos. “Ujung-ujungnya pembelinya pasti pedagang yang dekat dengan kantor pos dan terjadi lagi penimbunan,” ujarnya.
Menurut Haji Maskuni, solusi yang tepat adalah melakukan operasi pasar beras murah sebulan sekali di kantor kelurahan dan desa. “Lokasi ini pasti semua warga bisa jangkau, pemerintah kelurahan dan desa cukup mengumumkan lewat ketua RT, Kepala dusun ada penjualan beras murah di kelurahan dan desa,” katanya.
Jika operasi pasar ini berlangsung selama 6 bulan berturut-turut, pasti harga beras di pedagang akan turun dan stabil karena pedagang takut kehilangan pembeli. “Dampaknya beras di gudang mereka bisa berkutu,” kata Haji Maskuni.
Haji Maskuni dikenal sebagai tokoh masyarakat Banjar yang peduli dengan masyarakat tidak mampu. Setiap menjelang Idul Fitri, ia selalu membagikan sedekah kepada ribuan warga yang ada di Balikpapan.
Dengan pengalaman dan pengetahuannya, Haji Maskuni berharap pemerintah dapat mempertimbangkan solusinya untuk melakukan operasi pasar beras murah di kantor kelurahan dan desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau dan stabil.
Laporan : Arimin Imin
