MINAT BEKERJA DI KEMENHUB ? SILAHKAN SEGERA DAFTAR DI SEKOLAH KEDINASAN INI
Jakarta – Baraberita.com – Minggu, 27/03/2022 – Dikutip dari detik.com – Sekolah kedinasan bisa jadi pilihan setelah lulus dari bangku sekolah menengah atas. Ada beberapa sekolah kedinasan yang menawarkan kuliah dengan gratis dan langsung menerima ikatan dinas.
Nah, ada banyak sekolah kedinasan di bawah naungan kementerian atau lembaga. Bagi kamu yang tertarik di bidang transportasi dan perhubungan, bisa mendaftar di sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Kemenhub membuka sekolah kedinasan di berbagai daerah di Indonesia. Perkuliahan diadakan secara gratis dengan jaminan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan tingkat kota atau provinsi.
Dilansir dari laman SiPencatar Kementerian Perhubungan, pada 2021 Kemenhub membuka 3.210 formasi di 21 sekolah kedinasan yang tersebar di Indonesia. Adapun 21 sekolah kedinasan di bawah Kemenhub yaitu:
Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD)
Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PTKJ) Tegal
Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltrans SDP) Palembang
Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat
Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura
Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang
Tertarik mendaftar? Simak syarat pendaftaran berikut.
Syarat Pendaftaran:
- Warga Negara Indonesia
- Usia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada 1 September di tahun pendaftaran
- Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) Calon Taruna/Taruni:
- Untuk lulusan tahun 2020 dan sebelumnya, memiliki nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70,00 (skala penilaian 10-100) / 2,8 (skala penilaian 1-4), sedangkan untuk peserta Kemenhub khusus putra/i papua/papua barat nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah tidak kurang dari 6,5 (skala penilaian 1-10) / 65,00 (skala penilaian 10-100) / 2,6 (skala penilaian 1-4)
- Untuk lulusan tahun 2021, memiliki nilai rata-rata rapor untuk komponen Pengetahuan pada 5 semester (semester gasal dan genap untuk kelas X dan XI serta semester gasal kelas XII) 70,00 (skala penilaian 10-100), sedangkan untuk peserta Kemenhub khusus putra/i papua/papua barat nilai rata-rata rapor untuk komponen Pengetahuan pada 5 semester (semester gasal dan genap untuk kelas X dan XI serta semester gasal kelas XII) 65,00 (skala penilaian 10 100), dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang bersangkutan dinyatakan lulus dengan menunjukkan Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Sederajat
- Untuk lulusan tahun 2020 dan sebelumnya, jika nilai rata-rata ijazah menggunakan skala penilaian 1-10 atau skala penilaian 1-4 diwajibkan untuk mengkonversi nilai tersebut menjadi skala penilaian 10-100 (panduan dapat diunduh pada halaman berikut https://sipencatar.dephub.go.id/panduan) dengan melampirkan surat keterangan dari Sekolah Asal yang ditandatangani Kepala Sekolah
- Bagi lulusan luar negeri atau memiliki ijazah berbahasa asing melampirkan surat penyetaraan / persamaan ijazah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Tinggi badan minimal pria 160 cm dan wanita 155 cm, kecuali khusus untuk :
- Program studi D-III PPKP minimal 165 cm
- Program studi D-III Operasi Bandar Udara dan D-III Manajemen Transportasi Perkeretaapian Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, pria minimal 165 cm, dan wanita minimal 160 cm
- Bagi pendaftar khusus Putra/Putri Papua/Papua Barat, mencantumkan Surat Keterangan Orang Asli Papua yang dikeluarkan oleh Kelurahan atau Distrik setempat dan mengetahui Ketua MRP/MRPB/Lembaga Masyarakat Adat Kota/Kabupaten setempat
- Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS serta bebas narkoba
- Calon Taruna tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat (dibuktikan dengan surat keterangan dari pemuka agama/adat)
- Calon Taruni tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga dan tidak berlubang tindik di telinga lebih dari 1 pasang (telinga kiri dan kanan), kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat (dibuktikan dengan surat keterangan dari pemuka agama/adat)
- Ketajaman penglihatan normal dan tidak ada kelainan buta warna baik parsial maupun total
- Tidak sedang menjalani dan terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan
- Belum pernah diberhentikan dengan tidak hormat dan/atau mengundurkan diri sebagai Taruna/Taruni di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan
- Bersedia mentaati segala peraturan pada pelaksanaan seleksi Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan
- Bersedia diberhentikan dengan tidak hormat jika melakukan tindakan kriminal
- Dinyatakan gugur apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen
- Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sesuai perguruan tinggi yang dituju
- Khusus Program Studi D-III PPKP (Penyelamatan Pemadam Kebakaran Penerbangan) hanya menerima pendaftar pria
- Memiliki surat elektronik/ e-mail dan nomor telepon yang masih aktif dan valid untuk sarana penyampaian perkembangan informasi proses seleksi
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://dikdin.bkn.go.id/. Untuk informasi lebih lanjut tentang pendaftaran sekolah kedinasan di Kemenhub bisa kamu lihat pada laman https://sipencatar.dephub.go.id/.
Pendaftar hanya bisa memilih 1 sekolah saja termasuk dengan sekolah kedinasan Kemenhub. Jadi, jangan lupa untuk mematangkan pilihan dan siapkan dokumen dengan baik ya!
Laporan : Suwarno KR.
