7 Mei 2026

42 Pondok Pesantren Bekas Afiliasi JI Gelar Upacara HUT RI ke-80

0
9827a09a-81d5-4ece-86de-10f11e2bac8d_930408

JAKARTA – Baraberita.com  – Sebanyak 42 pondok pesantren (ponpes) yang sebelumnya terafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia secara serentak. Kegiatan bersejarah ini diikuti oleh 11.063 peserta yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Upacara berlangsung khidmat di berbagai wilayah, dengan peserta yang terdiri dari santri, tenaga pengajar, serta sejumlah mantan narapidana terorisme (napiter) yang turut hadir. Pelaksanaan upacara HUT ke-80 RI di puluhan ponpes ini menjadi catatan penting, tidak hanya karena diikuti ribuan peserta, tetapi juga karena melibatkan berbagai unsur sebagai inspektur upacara (irup).

Tercatat, pejabat Kementerian Agama pusat bertugas di 16 lokasi, pejabat Kemenag wilayah di 2 lokasi, unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lokal di 3 lokasi, serta pimpinan ponpes atau yayasan secara mandiri di 11 lokasi. Ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan ponpes dalam memperingati HUT RI.

Secara khusus, sebanyak 10 lokasi upacara dipimpin oleh anggota Polri sebagai inspektur upacara, menunjukkan peran aktif kepolisian dalam upaya deradikalisasi dan penanaman nilai nasionalisme. Direktorat Pencegahan Densus 88 Polri menilai kegiatan ini sebagai indikator positif adanya komitmen bersama untuk menghidupkan nilai kebangsaan di lingkungan ponpes yang sebelumnya terafiliasi dengan JI.

Upacara HUT RI ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nasionalisme dan meneguhkan kembali peran strategis pesantren sebagai bagian integral dari perekat persatuan bangsa. Dengan demikian, diharapkan ponpes dapat menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Kehadiran eks napiter di sejumlah wilayah juga menjadi sinyal positif dalam upaya deradikalisasi dan reintegrasi mereka ke masyarakat. Ini menunjukkan bahwa ponpes bekas afiliasi JI telah berkomitmen untuk meninggalkan ideologi radikal dan memilih jalan yang lebih positif.

Kolaborasi lintas pihak dari pemerintah, kepolisian, hingga tokoh agama dalam kegiatan ini memperlihatkan sinergi yang efektif dalam menghadapi tantangan radikalisme. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai.

Pelaksanaan upacara HUT RI di ponpes bekas afiliasi JI juga menunjukkan bahwa lembaga pendidikan ini sudah tidak memiliki hubungan dengan organisasi JI.

Laporan : Hartono KS 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!