Update Korban Bencana Sumatra Hingga 07 Jan 2026: 1.178 Jiwa Meninggal, 147 Orang Hilang
Medan – SUMUT – Baraberita.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi bahwa data korban jiwa akibat rangkaian bencana alam yang melanda Pulau Sumatra tidak mengalami perubahan hingga Rabu (07/01/2026). Total korban meninggal dunia yang tercatat di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tetap berada pada angka 1.178 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa penambahan satu korban meninggal dunia dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, telah dicatat pada hari sebelumnya, Selasa (06/01/2026), yang menjadi dasar angka total saat ini.
“Per hari Selasa 06 Januari, terdapat penambahan satu korban meninggal dunia dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Dengan demikian, total korban meninggal dunia hingga hari Rabu 7 Januari tetap berjumlah 1.178 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diperbarui.
Berdasarkan rekapitulasi data BNPB, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni mencapai 543 jiwa. Angka ini tidak mengalami perubahan hingga pembaruan terbaru.
Di Provinsi Sumatra Utara, total korban meninggal dunia mencakup kasus dari berbagai kabupaten terdampak, termasuk penambahan terbaru dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Data rinci per kabupaten masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Sementara itu, jumlah korban hilang tertinggi tetap tercatat di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dengan total 74 orang yang hingga kini masih dalam proses pencarian. Secara keseluruhan, total korban hilang di seluruh wilayah terdampak di Sumatra mencapai 147 orang.
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat jumlah pengungsi yang terus berada di tempat penampungan. Total pengungsi tercatat mencapai 242.174 jiwa, dengan Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak yaitu 217.780 jiwa.
Di Aceh, pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan jumlah 74.735 jiwa. Pemerintah daerah bersama BNPB terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan, tempat tinggal, dan akses layanan kesehatan.
BNPB bersama pemerintah daerah dan tim gabungan tetap melakukan upaya penanganan darurat, pencarian korban hilang, serta pendataan lanjutan di wilayah terdampak. Tim SAR terus melakukan penyelidikan di area berpotensi untuk menemukan korban yang masih hilang.
Abdul Muhari menegaskan bahwa data yang disampaikan bersifat dinamis dan dapat berubah seiring masuknya laporan terbaru dari lapangan. Pihaknya akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan penanganan bencana dan kondisi korban.
Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau tetap waspada serta mengikuti arahan dari otoritas setempat. Hal ini mengingat potensi bencana susulan seperti tanah longsor atau banjir kembali masih dapat terjadi akibat kondisi lingkungan yang belum stabil.
Laporan : Jeinita Claudia Senewe
