1 Mei 2026

Tinjau Proyek di Kawasan Plaza Kebun Sayur, Budiono Nilai Pengerjaannya Kurang Rapih

0
IMG-20221118-WA0008
Balikpapan – Kaltim, Baraberita.com – Rabu, 09/11/2022 – Kepedulian Wakil Ketua DPRD kota Balikpapan Budiono untuk terjun ke lapangan, melakukan fungsi penganggaran dan pengawasan terkait proyek peningkatan pembangunan jalan, saluran drainase dan trotoar di kota Balikpapan, pantas diapresiasi. Hal ini agar target pengerjaan yang seharusnya selesai pada pertengahan bulan Desember 2022 benar bisa tercapai.
Sasaran Sidak pengawasan kali ini adalah proyek pengerjaan peningkatan jalan, saluran drainase, dan trotoar, di lingkungan Plaza Kebun Sayur Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat. Proyek ini didukung penuh anggaran dari APBD tahun 2022. Budiono berharap kedepannya lokasi ini bisa tertata rapi dan indah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi jogging track, rekreasi dan olahraga masyarakat Balikpapan Barat. Rencananya akan dipasang juga Penerang Jalan Umum yang memperindah lingkungan.
“Pengerjaan proyek ini untuk menunjang agar Plaza Kebun Sayur bisa menjadi ikon Balikpapan Barat. Plaza Bunsay Ini mall yang menjual produk UMKM Kota Balikpapan, andalan bagi Balikpapan” ucap Budiono seusai meninjau proyek peningkatan drainase dan trotoar, Rabu 9 Nopember 2022.
Saat pengecekan di lokasi Proyek pengerjaan perbaikan drainase, Budiono menilai bahwa pengerjaan proyek terkesan tidak rapi dan tidak kuat. Karena sebagian drainase ditemukan retak-retak, padahal pengerjaan proyek tersebut masih belum rampung.
”Belum tuntas proyeknya, kondisinya bangunannya sudah retak-retak, saya pikir kualitasnya harus dijaga. Saya lihat selain ada retak juga ada yang terlihat tidak bagus pekerjaannya bengkok-bengkok,” kata Budiono terlihat kecewa.
“Harus sesuai, yang kita inginkan adalah kualitas pengerjaannya proyek ini bisa bagus. Ini menggunakan anggaran rakyat yang tidak sedikit,” ujar Budiono menandaskan.
Saat ditanya media terkait PKL yang berjualan diatas trotoar, Budiono menjawab santai, akan bersama Instansi dan OPD mencari format terbaik agar PKL bisa berjualan, namun tidak mengganggu keindahan dan aktifitas masyarakat.
“Yang pasti PKL harus tetap bisa berjualan di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, sehingga tak menggangu pengguna di jalan umum, ” tutup Mas Bud sambil berlalu.
Laporan : Yulsa Zena 
follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!